Upaya pengapungan KMP Batumandi yang terbalik setelah terbakar di dekat Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, akan segera dilakukan. Langkah ini penting untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk membantu proses pengapungan kapal. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Vessel Traffic Service (VTS) Merak untuk memitigasi potensi gangguan pada jalur pelayaran di sekitar pelabuhan.
Saat ini, petugas dari Polda Banten dan KNKT belum dapat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Maruli, kondisi kapal pascakebakaran belum memungkinkan untuk dilakukan olah TKP. “Temperatur badan kapal serta partikel di dalam kapal masih cukup panas pascakebakaran. Apabila olah TKP dipaksakan, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan petugas,” jelasnya.
Informasi yang diterima Polda Banten menyebutkan bahwa KMP Batumandi mulai miring sekitar pukul 21.00 WIB pada Rabu (21/10). Bagian atas kapal kemudian tenggelam diduga akibat ketidakstabilan setelah kebakaran. “Posisi buritan kapal terlihat semakin tenggelam hingga kapal miring ke arah kiri dan akhirnya terbalik. Adapun lokasi kejadian berada pada koordinat 5° 56″ 620′ LS – 105° 59″ 548′ BT,” ujar Maruli.
Sebelumnya, pihak ASDP mengonfirmasi KMP Batumandi tenggelam sekitar pukul 20.45 WIB. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan lokasi tenggelamnya kapal tidak mengganggu arus lalu lintas pelayaran.