JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) dalam rangka dua tahun pemerintahannya. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan lima arahan penting kepada jajaran menterinya yang mencakup berbagai isu krusial.
Berbagai isu menjadi atensi presiden, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masalah penyelundupan, hingga pentingnya menjaga kesehatan seluruh anggota kabinet. Arahan-arahan ini disampaikan Prabowo dalam pembukaan SKP yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Perintahkan Usut Tuntas Karhutla
Prabowo mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, melainkan diduga kuat ada campur tangan manusia. Ia meminta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta dibantu TNI dan intelijen untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan korporasi di balik peristiwa tersebut.
“Ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab,” ujar Prabowo. Ia juga menyoroti oknum yang sengaja membakar lahan, menyebutnya sebagai terorisme lingkungan yang membahayakan kesehatan jutaan rakyat. Prabowo menegaskan akan bertindak tegas, mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar, dan tidak akan bertindak biasa-biasa saja dalam penanganan kasus ini.
Tegaskan Indonesia Tak Takut pada Tekanan MSCI
Menyinggung ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, Prabowo menyatakan Indonesia tidak gentar. Ia menilai pengumuman tersebut bertujuan untuk menakut-nakuti Indonesia.
“Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar,” tegas Prabowo di hadapan para menterinya. Ia menekankan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang mudah menyerah pada tekanan eksternal.
Perintahkan Setop Praktik Penyelundupan
Prabowo menyoroti berbagai praktik yang merugikan negara, termasuk penyelundupan. Ia menyebut kekayaan Indonesia, seperti timah, batu bara, kayu, hingga Bahan Bakar Minyak (BBM), banyak yang diselundupkan keluar negeri. Selain itu, penyelundupan barang ilegal masuk juga mengancam industri dalam negeri.
“Sumber alam kita itu ibarat darah kita, kalau darah kita bocor terus tidak mungkin badan kita selamat. Kita dalam kondisi harus survive,” tuturnya. Ia menekankan pentingnya menyelamatkan kekayaan dan alam Indonesia.
Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan Nasional
Presiden Prabowo mengingatkan jajarannya untuk terus memelihara persatuan nasional di tengah perbedaan yang ada. Ia mengambil contoh kondisi demokrasi di negara-negara Barat seperti Prancis yang dilanda demonstrasi besar.
“Perbedaan bagus. Kompetisi perlu. Saling kritik, saling koreksi, perlu. Tapi di ujungnya, kita harus menjaga persatuan,” ungkapnya. Ia mengajak seluruh jajaran kabinet untuk menyadari pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika global.
Minta Jajarannya Rutin Cek Kesehatan
Dalam arahannya, Prabowo mengungkapkan keprihatinannya karena ada anggota kabinet yang sudah masuk rumah sakit. Ia meminta Menteri Kesehatan untuk mengajak seluruh anggota kabinet, wakil menteri, dan kepala badan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Saya minta Menteri Kesehatan ya, coba menteri-menteri, wakil menteri, kepala badan mungkin diundang check-up yang lebih teliti lagi ya,” ujar Prabowo. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan agar dapat menjalankan tugas dengan optimal.