JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Wibi Andrino, memberikan apresiasi terhadap penurunan angka kemiskinan di ibu kota yang kini berada di bawah 4 persen. Ia menilai capaian yang diraih oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut perlu dijaga dan terus ditingkatkan.
“Penurunan angka kemiskinan Jakarta menjadi 3,96 persen tentu menjadi kabar positif bagi masyarakat Jakarta. Ini menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kami di DPRD tentu mendukung agar capaian ini terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Wibi Andrino saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).
Wibi menekankan bahwa hal terpenting saat ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat yang benar-benar dirasakan. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih lebar bagi warga.
“Yang terpenting, penurunan angka kemiskinan harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, terbukanya lapangan kerja, dan berkurangnya kesenjangan sosial,” ucap dia.
Lebih lanjut, Wibi menyampaikan bahwa target DPRD bukan hanya sekadar menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan warga Jakarta hidup lebih sejahtera.
“Target kita bukan sekadar menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan semakin banyak warga Jakarta hidup lebih sejahtera,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan bahwa persentase penduduk miskin di Jakarta berhasil turun di bawah 4 persen. Berdasarkan data per Maret 2026, angka kemiskinan Jakarta tercatat sebesar 3,96 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta triwulan III-2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10). Angka kemiskinan di Jakarta sebelumnya tercatat sebesar 4,03 persen.
Dengan demikian, angka kemiskinan tersebut mengalami penurunan sebesar 0,07 persen.
“Alhamdulillah di bulan Maret kemarin, baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen, yaitu 3,96 persen,” kata Pramono.