LABUAN BAJO – Operasi pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica (23), korban kapal pinisi Feronia yang tenggelam di perairan Taman Nasional (TN) Komodo, telah resmi dihentikan. Setelah 10 hari upaya maksimal oleh tim SAR gabungan, tidak ada tanda-tanda keberadaan Jessica yang berhasil ditemukan di wilayah perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa penutupan operasi SAR ini didasarkan pada tidak ditemukannya petunjuk apa pun mengenai lokasi korban hingga batas waktu yang ditentukan. Keputusan ini diambil setelah melalui rapat evaluasi bersama seluruh unsur terkait yang terlibat dalam pencarian.
“Dengan tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban, pelaksanaan operasi sampai dengan hari ke-10 kita nyatakan ditutup,” ujar Fathur Rahman di posko SAR gabungan yang berlokasi di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Meskipun demikian, Fathur menjelaskan bahwa operasi pencarian dapat kembali dibuka apabila di kemudian hari ditemukan indikasi atau tanda-tanda baru terkait keberadaan korban. Tim SAR akan tetap melakukan pemantauan secara berkala.
“Kita tetap akan melaksanakan pemantauan maupun pencarian secara mandiri. Jika memang ada penemuan korban atau bagian dari kapal yang mengalami kecelakaan tersebut, operasi SAR akan kembali dibuka,” tambahnya.
Jessica adalah salah satu penumpang kapal pinisi Feronia yang mengalami musibah tenggelam di perairan Batu Bolong, TN Komodo, pada Selasa (13/10/2026). Ia dilaporkan terjebak di dalam toilet kapal saat insiden terjadi, yang diduga disebabkan oleh terpaan arus kuat yang menghantam kapal.