Flyover Latumenten Hampir Rampung, Progres Pembangunan Capai 83 Persen

JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis (22/10/2026). Sidak ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta.

Menurut laporan yang diterima, pembangunan flyover dengan panjang total 800 meter tersebut telah mencapai 83 persen. Kenneth menyatakan, dirinya perlu memastikan kebenaran laporan tersebut dengan pengecekan langsung di lapangan.

“Hari ini saya memonitor langsung pembangunan Flyover Latumenten, Jakarta Barat. Saya dapat laporan bahwa pembangunannya sudah mencapai 83 persen, makanya langsung saya cek benar atau tidaknya,” ujar Kenneth dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Setelah melakukan peninjauan teknis, Kenneth memastikan bahwa kondisi di lapangan sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh pihak kontraktor. “Tentunya secara teori kan saya sebagai anggota Dewan enggak boleh percaya begitu saja ya. Nah, pada saat kita cek di lapangan secara teknis dan lain-lain, ternyata sudah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kontraktor,” tutur Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Meskipun progres telah mencapai 83 persen, Kenneth mengingatkan kontraktor untuk tetap bekerja sesuai target. Pembangunan Flyover Latumenten ditargetkan rampung pada Desember 2026, sehingga diharapkan dapat dibuka untuk umum pada Januari 2027. “Masih ada sisa dua bulan lagi, saya harap bisa selesai sesuai target ya. Jadi, Tahun Baru nanti atau Januari 2027 bisa dibuka untuk umum dan beroperasi,” tegas Kenneth.

Terkait kendala pembangunan, Kenneth mengungkapkan bahwa kontraktor sempat mengeluhkan keterbatasan ruang kerja. Namun, berdasarkan hasil peninjauannya, tidak ditemukan kendala signifikan yang berpotensi menghambat penyelesaian. Ia juga mencatat bahwa kemacetan di sekitar lokasi proyek mulai terurai.

“Kendala yang dihadapi itu kontur yang terlalu sempit, tapi sampai detik ini saya lihat tidak ada masalah yang signifikan ya. Lalu, yang sempat dikeluhkan itu macet, tapi kita lihat belakangan ini sudah mulai terurai lah macetnya,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Flyover Latumenten tidak hanya berfungsi mengurai kemacetan, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas publik penunjang mobilitas masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi halte TransJakarta dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilengkapi empat unit lift untuk memudahkan akses, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Kenneth berharap Flyover Latumenten dapat rampung sesuai target pada Desember 2026 dan segera beroperasi pada Januari 2027. Ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan untuk memastikan proyek memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Jakarta Barat, terutama dalam mengurangi kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api.

Sementara itu, Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, menyatakan bahwa masyarakat telah lama menantikan penyelesaian flyover ini. Keberadaannya dinilai sangat penting untuk kelancaran aktivitas warga dan mengurangi kemacetan panjang yang sering terjadi di perlintasan kereta api.

“Warga telah menantikan realisasi pembangunan Flyover Latumenten ini sejak lama. Maka dari itu, warga mengucapkan terima kasih kepada Pak Kenneth dan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Raditian.

Ema, seorang warga RT 13 RW 11, Kelurahan Jelambar, juga menyampaikan antusiasmenya. Ia mengaku senang dengan pembangunan flyover yang diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan di sekitar perlintasan kereta api. “Sudah lama kami menunggu (Flyover Latumenten) ini. Ketika Pak Kenneth hadir, langsung cepat dibangun. Alhamdulillah, kami bangga dan senang,” tutup Ema.

Tinggalkan komentar