Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice untuk Atasi Asap Karhutla, Prosedur Penyebaran Dievaluasi

Pemerintah melakukan modifikasi cuaca dengan menyebarkan dry ice di langit untuk mengurai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kini, cara penyebaran dry ice akan diubah usai ada laporan butiran dry ice jatuh langsung ke rumah warga.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa dry ice atau karbon dioksida padat bersuhu ekstrem minus 78,5 derajat Celsius disemai dari pesawat pada lapisan inversi di ketinggian 5.000 hingga 7.000 kaki. Pendinginan cepat pada lapisan atmosfer hingga mencapai minus 75 derajat Celsius membuat kondisi udara menjadi lebih labil, sehingga asap karhutla yang sebelumnya terperangkap di lapisan bawah dapat terdorong naik dan menyebar secara meluas.

“Hasil uji coba OMC dry ice mulai menunjukkan peningkatan jarak pandang. Di area Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, penyemaian butiran dry ice berukuran sekitar 3 milimeter pada 16 Oktober 2026 meningkatkan jarak pandang dibandingkan kondisi sebelum penyemaian (15 Oktober 2026),” ujar Berton dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu (21/10/2026).

Operasi udara dengan teknologi ini dilaksanakan oleh BNPB bersama TNI dan BMKG di wilayah Sumatera Selatan sejak 16 Oktober 2026 menggunakan pesawat Casa 212. Langkah serupa juga resmi diperluas ke Kalimantan Tengah mulai 19 Oktober 2026 dengan mengerahkan pesawat Casa 212-200.

BNPB juga melakukan evaluasi penyebaran dry ice usai adanya laporan warga yang rumahnya kejatuhan butiran dry ice. Butiran dry ice akan dipecah lebih halus sehingga langsung menguap saat disebar di udara.

“Terhadap laporan masyarakat mengenai ditemukannya material dry ice yang jatuh di permukiman warga, BNPB langsung melakukan evaluasi standar operasional. Tim penerbangan kini memperketat prosedur penyemaian dengan memasang saringan khusus pada corong penabur serta memecah dry ice menjadi butiran halus sebelum disebar agar habis menguap di udara,” ujarnya.

Penerapan dry ice ini melengkapi pengerahan total 49 armada udara nasional yang mencakup 32 unit untuk pengeboman air atau water bombing dan 17 unit pesawat patroli maupun OMC di berbagai wilayah. Penanganan karhutla di enam provinsi prioritas juga diperkuat oleh lebih dari 60 ribu personel gabungan di jalur darat.

Area terbakar yang berhasil dipadamkan di provinsi prioritas telah mencapai 454,25 hektare. Masyarakat diimbau tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Tinggalkan komentar