Puluhan “Pocong” Berisi Tulang Hewan Gemparkan Warga Magelang

MAGELANG – Warga di wilayah Canguk, Kota Magelang, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan puluhan bungkusan kain kafan yang menyerupai pocong bayi pada Sabtu (19/10) malam. Benda-benda tersebut berserakan di halaman masjid yang digunakan sebagai lokasi pembuangan tanah uruk.

Penemuan berawal saat salah seorang warga yang sedang mencari barang bekas di area tersebut menemukan bungkusan yang dibungkus kain kafan dan diikat menggunakan mori. Bungkusan tersebut memiliki ukuran yang menyerupai bayi, sehingga menimbulkan rasa penasaran sekaligus ketakutan bagi warga yang menemukannya.

Ketua RW 21, Kelurahan Rejowinangun Utara, Lukisno, menerima laporan dari warga sekitar pukul 22.00 WIB. Ia segera mendatangi lokasi dan mendapati ada banyak bungkusan serupa. “Tadi (hari ini) yang dikumpulkan lebih dari 20,” ujarnya.

Karena tidak berani membuka bungkusan tersebut, warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polres Magelang Kota dan Polsek Magelang Tengah segera tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memasang garis polisi. Polisi sempat membawa sampel dua bungkus kafan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pada Selasa (20/10) pagi, tim forensik dari RSUD Tidar, Kapolres Magelang Kota, Kapolsek Magelang Tengah, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan mendatangi lokasi. Dokter forensik melakukan dokumentasi terhadap bungkusan-bungkusan tersebut.

Hasil pemeriksaan awal oleh dokter forensik, dr. Arso Pranindyo Utomo, M.Biomed, Sp.FM, memastikan bahwa benda-benda tersebut bukanlah tulang manusia. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, saya tadi mendapatkan mulai dari tulang rahang bawang ukuran kecil dan gigi tajamnya. Ini sangat amat tidak mungkin adalah rahang milik manusia,” jelas dr. Arso.

Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi menambahkan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan penemuan tulang dan kain bungkus mori tersebut. “Jadi tidak ada satupun indikasi tulang manusia. Adapun sumbernya dari tanah urukan yang dibuang di Canguk. Tulang-tulang ini akan kita kubur agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegasnya.

Tinggalkan komentar