Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah ini diambil menyusul adanya potensi pertumbuhan awan hujan yang signifikan di daerah tersebut, yang diharapkan dapat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kesempatan ini akan dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah melalui Satgas Udara. Tujuannya adalah untuk “memanen hujan” sebanyak mungkin.
“Sebagian yang disampaikan kemarin oleh Bapak Kepala BMKG bahwa sampai 5 hari ke depan ada potensi pertumbuhan awan yang tinggi di Kalimantan. Sehingga kesempatan ini digunakan baik oleh pemerintah melalui Satgas Udara untuk berupaya keras memanen hujan sebanyak semaksimal mungkin,” ujar Berton dalam siaran langsung di YouTube, Selasa (27/10/2026).
Satgas Udara telah mendistribusikan sebanyak 14.000 kg garam melalui 9 sorti penerbangan menggunakan pesawat Hercules. Distribusi garam ini bertujuan untuk memicu proses terbentuknya hujan.
Menurut Berton, hujan telah mulai turun di beberapa wilayah Kalteng, baik secara alami maupun terbantu oleh upaya OMC. Wilayah yang dilaporkan telah diguyur hujan meliputi Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, hingga Pulang Pisau.
BNPB berharap teknologi modifikasi cuaca ini dapat dimanfaatkan secara efektif. “Kami mengharapkan OMC dapat dimanfaatkan, memanfaatkan pertumbuhan awan sehingga hujan nanti dapat berkontribusi besar untuk memadamkan kebakaran, khususnya di Kalimantan Tengah maupun Sumatra Selatan,” tutup Berton.