JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan keterbukaannya untuk membantu Pemerintah Kota Bekasi dalam pembangunan halte Transjabodetabek. Langkah ini diambil menyusul adanya peningkatan signifikan pada jumlah penumpang layanan Transjabodetabek yang berasal dari dan menuju Bekasi.
Pramono Anung mengungkapkan bahwa saat ini, jumlah penumpang Transjabodetabek dari Bekasi tercatat mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang setiap harinya. Ia berharap agar konektivitas transportasi umum antara Jakarta dan wilayah sekitarnya terus mengalami peningkatan.
“Sekarang memang yang paling tinggi itu Bogor. Bogor itu harian antara 8.000 sampai 10.000. Bekasi antara 4.000-5.000. Tetapi dengan konektivitas yang semakin baik, Pak Wali dan juga jajaran, pasti orang akan menggunakan transportasi umum lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan pribadi,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026).
Lebih lanjut, Pramono Anung mengakui telah menerima berbagai pertanyaan dari para pengguna transportasi umum, khususnya warga Bekasi, terkait belum rampungnya pembangunan halte di wilayah mereka. Ia menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta siap membantu jika pembangunan halte tersebut belum juga dilaksanakan.
“Ada pertanyaan dari para pengguna terutama dari warga Bekasi. Kenapa haltenya nggak dibangun-bangun. Sebab kalau haltenya nggak dibangun nanti kami yang bangunin nanti salah lho malah. Tetapi kalau nggak dibangun nanti kami yang bangunin nggak apa-apa juga sih,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengonfirmasi bahwa proses pembangunan halte sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
“Alhamdulillah hari ini sudah berproses, jadi sampai nanti akhir November itu nanti kita akan sudah selesaikan,” kata Tri.
Tri Adhianto juga menyambut baik tawaran bantuan dari Pemprov DKI Jakarta. Ia menilai hal tersebut sebagai wujud nyata dari semangat gotong royong antara kedua daerah.
“Tidak tertutup kemungkinan dalam suatu proses kerja sama dua daerah itu bisa saja Pemerintah DKI memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Bekasi. Yang besar membantu yang kecil, saya kira itulah sikap hidup gotong royong,” pungkasnya.