Selain McLaren, Perusahaan “Bodong” Nunggak Pajak Mobil Mewah Rp 1 Miliar

TANGERANG – Petugas Samsat Ciledug, Kota Tangerang, tengah menelusuri sejumlah mobil mewah yang menunggak pembayaran pajak. Selain satu unit McLaren, ditemukan pula tunggakan pajak hingga Rp 1 miliar dari kendaraan mewah milik sebuah perusahaan.

Plt Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten, perusahaan tersebut memiliki delapan hingga sepuluh unit mobil mewah. Tiga di antaranya adalah mobil merek Lexus, Jeep, dan BMW.

“Dia ada 8 unit kalau nggak salah, apa 10, tuh. Mobil Lexus, Jeep, BMW. Tagihannya hampir Rp 1 M,” ujar Idam Kholid saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, perusahaan tersebut diduga merupakan perusahaan fiktif atau bodong. Alamat yang tertera sebagai domisili perusahaan ternyata disewa oleh sebuah perusahaan ekspedisi.

“Cuma pas kita samperin, itu pemiliknya nggak ada. Adanya cuma bangunan dan tanah, tapi atas nama PT tersebut,” jelas Idam.

“Perusahaan bodong gitu, tapi si pemiliknya nggak ada. Jadi perusahaan ini pintar nih. Alamat di Kavling DPR di daerah Cipondoh. Jadi pakai alamat tersebut, jadi sama dia disewakan ke pihak jasa ekspedisi,” tambahnya.

Sebelumnya, Samsat Ciledug telah mendatangi wajib pajak atas nama Yudariansyah yang tercatat memiliki tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk mobil McLaren senilai Rp 137 juta. Kejanggalan muncul karena mobil mewah tersebut terdaftar atas nama Yudariansyah yang beralamat di sebuah kampung.

Berdasarkan data Samsat Ciledug, mobil McLaren tersebut tercatat menunggak pajak selama dua tahun dengan total tunggakan sebesar Rp 137.441.000.

Idam Kholid merasa curiga karena alamat pemilik kendaraan berada di kawasan kampung, bukan daerah pemukiman mewah. Petugas Samsat kemudian menemui Yudariansyah untuk mengonfirmasi kepemilikan mobil mewah tersebut pada Jumat (23/10/2026).

“Nah, ternyata, pas di-sounding, Yuda juga kaget. ‘Wah, ini Samsat nggak salah nih? Boro-boro saya punya mobil,’ katanya gitu,” tutur Idam menirukan ucapan Yudariansyah.

Setelah dilakukan konfirmasi, kendaraan mewah jenis McLaren tersebut diblokir oleh Samsat Ciledug. Saat ini, pihak Samsat Ciledug masih terus melakukan penelusuran untuk menemukan pemilik asli dari kendaraan tersebut.

Tinggalkan komentar