JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya mengklarifikasi bahwa tidak ada penangkapan terhadap aktivis Greenpeace yang melakukan aksi membentangkan spanduk di kawasan Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa prioritas utama kepolisian adalah pada penanganan kesehatan para aktivis.
“Jadi kami luruskan, tidak ada penangkapan, tetapi kepolisian dalam hal ini memprioritaskan kondisi medis, kondisi psikis dari orang yang berada di ketinggian,” ujar Budi Hermanto kepada wartawan pada Rabu (21/10/2026).
Budi menambahkan, keenam aktivis tersebut telah didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan semuanya telah kembali ke rumah masing-masing sejak Selasa malam. “Kami juga sudah mengirim beberapa dokumentasi pada saat pelaksanaan termasuk pendampingan dari pihak YLBHI juga melakukan pendampingan. Dan tadi malam yang bersangkutan sudah kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.
Polda Metro Jaya membawa keenam aktivis ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya karena kondisi kesehatan mereka yang menurun setelah memanjat patung dan membentangkan spanduk. “Yang bersangkutan melakukan manjat di Patung Selamat Datang, membentangkan banner, pada saat turun dalam kondisi lemas dan pusing. Makanya disiapkan mobil Dokkes dan Sidokkes dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat, sehingga dibawa, diberikan penanganan medis,” terang Budi.
Ia kembali menegaskan bahwa para aktivis hanya mendapatkan penanganan medis dari Biddokes Polda Metro. Kepolisian bersama TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan keselamatan masyarakat. “Jadi tidak ada penangkapan. Kepolisian bersama TNI dan Pemprov DKI prioritas utama adalah keselamatan warga masyarakat, harus kita ketahui itu,” imbuhnya.
Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh Greenpeace Indonesia pada Selasa (20/10) dengan membentangkan spanduk dan sejumlah poster berwarna kuning di Patung Selamat Datang Bundaran HI. Spanduk tersebut berisi pesan tuntutan agar pemerintah menangani krisis iklim dan kritik lainnya. Spanduk itu diturunkan sekitar pukul 08.10 WIB.
Salah satu poster yang terlihat bertuliskan, “Melindungi lingkungan = Melindungi kualitas hidup.” Setelah spanduk diangkat, kepolisian meminta para aktivis untuk turun dari patung. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, memastikan akan melayani dan melindungi para aktivis yang berunjuk rasa.