JAKARTA – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut polemik mengenai ijazahnya dan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebagai operasi politik ditanggapi oleh Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun. Komarudin menilai bahwa isu tersebut tidak berkaitan dengan ranah operasi politik.
“Saya kira tidak ada urusan, tidak ada urusan operasi politik,” ujar Komarudin Watubun kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/10/2026).
Menurut Komarudin, polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi dapat diselesaikan melalui jalur pembuktian di pengadilan. Ia berpendapat bahwa persoalan ini tidak perlu berlarut-larut jika keaslian ijazah dapat dibuktikan secara sah. “Barang ini sederhana, kalau dari awal Pak Jokowi kasih lihat ijazah sudah tidak ada orang ribut-ribut. Teman-teman di sebelah itu mempersoalkan itu dalam perspektif negara hukum, ya buktikan saja di pengadilan ‘Ini ijazah asli, kok’, nggak musti sandiwara terlalu panjang,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi memang menyatakan bahwa polemik ijazah dirinya dan Gibran Rakabuming Raka merupakan bagian dari operasi politik. Jokowi bahkan menyebut ada pihak-pihak yang memanfaatkan isu ini sebagai ‘penumpang gelap’. “Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali,” kata Jokowi dilansir detikJateng, Jumat (16/10). Ia menambahkan, “Tapi ya buat saya biasa aja.”