JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dua opsi utama bagi para lulusan Sekolah Rakyat. Setelah menyelesaikan jenjang pendidikan menengah atas, para siswa dapat memilih untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan atau langsung terjun ke dunia kerja sebagai tenaga terampil.
Gus Ipul menjelaskan bahwa sebelum memasuki tahap yang disebut sebagai hilirisasi, setiap siswa Sekolah Rakyat harus menyelesaikan seluruh jenjang pendidikannya, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Yang penting saya sampaikan adalah hilirisasi. Arahan Bapak Presiden cukup jelas, lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh menganggur. Pilihannya hanya dua, menjadi pekerja terampil atau meneruskan kuliah,” kata Gus Ipul, dikutip dari laman Kementerian Sosial (Kemensos), Sabtu (24/10/2026).
Bagi siswa yang telah menyelesaikan jenjang SMA dan berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Sementara itu, bagi siswa yang memilih untuk segera memasuki dunia kerja setelah lulus SMA, mereka akan diarahkan untuk mengikuti program pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing. Gus Ipul menambahkan bahwa Kemensos telah menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk memberikan pelatihan dan memperkuat keterampilan para siswa.
Gus Ipul juga mengajak seluruh pihak yang terkait untuk bersama-sama berkolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Diharapkan, upaya ini dapat mewujudkan cita-cita memutus mata rantai kemiskinan melalui perbaikan akses pendidikan yang lebih merata.
Contoh Lulusan Sekolah Rakyat Raih Beasiswa
Salah satu lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, Putri, menjadi bukti nyata komitmen Sekolah Rakyat dalam mendukung para lulusannya. Putri berhasil diterima di Universitas Ary Ginanjar (UAG) ESQ Business School pada Program Studi Sistem Informasi untuk Tahun Akademik 2026/2027 melalui jalur beasiswa.
Putri diketahui merupakan putri dari seorang penjaga makam. Sebelumnya, ia sempat bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga kelas II. Namun, karena keterbatasan biaya, ia terpaksa tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke kelas III.
Kesempatan untuk kembali bersekolah terbuka bagi Putri setelah ia bergabung dengan Sekolah Rakyat. Selama menempuh pendidikan di sana, Putri mengikuti tes DNA Talent ESQ Corp yang bertujuan untuk mengenali minat dan potensi yang dimilikinya sejak awal masuk.
Selain Putri, terdapat 35 siswa Sekolah Rakyat lainnya yang juga menerima beasiswa dari UAG dan ESQ Business School pada tahun 2027. Dari jumlah tersebut, tujuh siswa di antaranya diproyeksikan akan diterima bekerja sesuai dengan talenta yang mereka miliki.
Perluasan Sekolah Rakyat di Berbagai Daerah
Upaya pemerintah untuk menjamin akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tidak hanya terhenti di Pontianak. Pemerintah terus berupaya menghadirkan Sekolah Rakyat di berbagai daerah lain, salah satunya di Makassar. Realisasi ini ditandai dengan peresmian 100 Sekolah Rakyat di Kota Makassar pada Rabu (28/10/2026).
Gedung sekolah yang dibangun secara permanen ini diharapkan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menyediakan tempat belajar yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus memberikan arahan yang jelas untuk masa depan mereka.
Peresmian 100 Sekolah Rakyat di Makassar juga disiarkan melalui tayangan live streaming. Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap pemerataan akses pendidikan dapat terus memberikan dampak positif yang nyata bagi masa depan bangsa Indonesia.