Legislator Gerindra Dorong Pembangunan Jalan Penghubung Bogor

Pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat pedesaan terus digalakkan untuk memperlancar akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Legislator Partai Gerindra Marlyn Maisarah dan Heri Gunawan memprakarsai pembangunan jalan penghubung antardesa melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Marlyn Maisarah, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra, bersama Heri Gunawan, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari fraksi yang sama, berupaya meningkatkan konektivitas wilayah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.

Salah satu proyek yang diwujudkan adalah pembangunan Jalan Gunung Menir, yang menghubungkan Desa Ciasihan dan Desa Ciasmara di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Jalan ini krusial untuk mobilitas warga, mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, perdagangan, serta akses menuju destinasi wisata.

Melalui program PISEW, jalan penghubung tersebut dibangun dengan panjang 477 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Infrastruktur ini diharapkan menyediakan akses perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat kedua desa.

Marlyn menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program pemerintah yang diperjuangkan melalui aspirasi wakil rakyat Fraksi Partai Gerindra untuk menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat di daerah pemilihannya. “Program ini merupakan program Presiden Prabowo Subianto melalui aspirasi saya dan Bapak Heri Gunawan sebagai wakil rakyat Fraksi Gerindra dari Dapil Kabupaten Bogor,” ujar Marlyn dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur pedesaan tidak hanya soal jalan yang layak, tetapi juga bagaimana infrastruktur yang memadai dapat menggerakkan aktivitas ekonomi dan memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Untuk memaksimalkan manfaatnya, Marlyn mendorong agar pelaksanaan program PISEW melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan. Hal ini diharapkan dapat memberikan tambahan penghasilan dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat desa.

Selain tenaga kerja, Marlyn juga menekankan pentingnya pengadaan material pembangunan dari pelaku usaha dan toko bangunan di sekitar lokasi pekerjaan. “Selain lapangan kerja, bahan-bahan material pun kita sarankan dibeli di toko terdekat, sehingga akibat program ini, sirkulasi ekonomi berjalan,” tuturnya.

Pendekatan ini, menurutnya, penting agar anggaran pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga menggerakkan kegiatan usaha masyarakat di tingkat desa. Manfaat pembangunan diharapkan dirasakan sejak proses pengerjaan hingga jalan tersebut digunakan menunjang aktivitas warga.

Sejalan dengan Marlyn, Heri Gunawan menilai pembangunan jalan penghubung Desa Ciasihan dan Desa Ciasmara memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam menunjang akses pendidikan. Keberadaan jalan ini juga diharapkan memperlancar aktivitas petani dalam mengangkut hasil pertanian ke pasar, serta menunjang mobilitas masyarakat yang bergantung pada sektor perdagangan dan pariwisata.

“Lebih penting lagi adalah akses pendidikan. Anak-anak kita di sana akan lebih mendapatkan manfaat dari pembangunan PISEW itu. Makanya ada MBG dan jalannya mulus lewat PISEW, terima kasih Bapak Presiden,” ucap Heri.

Heri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab agar hasilnya memberikan manfaat jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal agar akses jalan tersebut segera dapat dimanfaatkan warga. “Kami harap kualitasnya dijaga dan pengerjaannya tepat waktu. Sehingga, masyarakat bisa segera mendapatkan manfaat dari program PISEW itu,” pungkas Heri.

Tinggalkan komentar