JEMBER – Masyarakat Kabupaten Jember kini dapat menikmati kemudahan akses berbagai layanan publik dalam satu lokasi terintegrasi. Mal Pelayanan Publik (MPP) Jember telah berhasil menghimpun 279 jenis layanan dari 17 instansi pemerintah, menjadikannya pusat pelayanan yang efisien dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jember dalam mewujudkan konsep pelayanan publik yang mengutamakan kemudahan akses atau citizen-centric. Ia menegaskan bahwa inovasi seperti MPP Jember sejalan dengan prinsip tersebut.
“Pada prinsipnya, semua layanan yang kita berikan itu citizen-centric, yaitu bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan dalam setiap layanan yang harus diberikan oleh pemerintah,” ujar Rini dalam keterangan tertulisnya.
Kunjungan Menteri Rini ke MPP Jember bersama Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Muhammad Khozin, dan Bupati Jember, Muhammad Fawait, pada Senin (26/10) lalu, menyoroti pentingnya integrasi layanan ini.
Saat ini, MPP Jember melayani rata-rata 100 hingga 300 pengunjung setiap harinya. Layanan yang paling diminati mencakup administrasi kependudukan, pengurusan berbagai jenis izin, serta layanan yang berkaitan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Keberadaan berbagai unit layanan dalam satu atap diharapkan dapat menyederhanakan proses birokrasi yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. Dengan demikian, warga dapat mengakses kebutuhan administrasi dan perizinan mereka dengan lebih cepat dan tanpa kerumitan.
Salah satu warga, Zainal Rifin, merasakan langsung manfaat MPP Jember saat mengurus penambahan anggota keluarga pada Kartu Keluarga (KK). Ia mengaku proses pengurusan dokumen tersebut hanya memakan waktu sekitar 15 menit, didukung oleh pelayanan petugas yang baik dan membantu.
Pengalaman positif serupa juga dibagikan oleh Haryanto, yang datang bersama putrinya untuk melakukan revisi KTP elektronik dan mengurus akta kelahiran. Ia mengapresiasi petugas yang memberikan arahan dengan jelas dan ramah, membuat proses pengurusan menjadi lebih lancar.
Haryanto juga menyoroti efektivitas layanan jemput bola melalui Mobil Pelayanan Keliling Administrasi Kependudukan (Monalisa) yang sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengakses layanan administrasi kependudukan.
Sementara itu, Rini Rahayati, Efi Fawzatun Nikmah, dan Rita, yang sedang mengurus dokumen persyaratan untuk keperluan ke Singapura, menyatakan kepuasan mereka terhadap kejelasan informasi yang diberikan dan transparansi biaya pelayanan.
Ketiga warga tersebut berharap kualitas pelayanan yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, termasuk melalui penyediaan ruang pelayanan yang lebih luas untuk kenyamanan pengunjung.
Untuk memperluas jangkauan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jember juga telah mengembangkan inovasi MPP Mini. Program ini telah diimplementasikan di tiga kecamatan, yaitu Mayang, Jombang, dan Tanggul, sejak Mei 2026.
MPP Mini merupakan upaya strategis agar masyarakat tidak perlu selalu datang ke pusat pelayanan utama untuk mengakses kebutuhan administrasi tertentu. Ke depannya, pengembangan MPP Mini direncanakan akan merambah ke kecamatan tambahan, seperti Kecamatan Kalisat, guna meningkatkan pemerataan akses pelayanan publik bagi warga yang tinggal di daerah terpencil.
Selain layanan tatap muka dan MPP Mini, Pemerintah Kabupaten Jember juga mengadopsi pendekatan omnichannel. Ini mencakup layanan digital daring, anjungan mandiri, serta pelayanan jemput bola yang secara khusus ditujukan bagi kelompok masyarakat rentan.
Menteri Rini menekankan bahwa pengembangan layanan digital harus dibarengi dengan pendampingan bagi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan literasi digital. Tujuannya adalah agar pemanfaatan teknologi berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan akses pelayanan yang mudah, merata, dan inklusif.
“Melalui integrasi layanan, penguatan integritas, dan perluasan inovasi hingga tingkat kecamatan, MPP Kabupaten Jember diharapkan terus meningkatkan kualitas tata kelola pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.