Karhutla Meluas, Kalteng dan Sumsel Jadi Titik Terparah

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat titik terparah kebakaran terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan persnya pada Senin (26/10/2016) menyebutkan bahwa Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung, termasuk Taman Nasional Way Kambas, menjadi wilayah yang terdampak.

Berton merinci, total lahan di Sumatera yang terdampak karhutla mencapai 990 hektare. Dari jumlah tersebut, Sumatera Selatan menyumbang angka terbesar dengan 889 hektare, disusul Jambi dengan 89 hektare, dan Lampung seluas 12 hektare.

Sementara itu, wilayah Kalimantan menjadi perhatian utama dengan total luas lahan terdampak mencapai 3.392 hektare. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menjadi fokus penanganan utama.

“Di Kalimantan Tengah sebesar 2.456 hektare, di Kalimantan Selatan ada 52 hektare, Kalimantan Barat ada 884 hektare, sehingga perhatian kita tertentu di Kalimantan Tengah terutama dan Kalimantan Barat khususnya,” jelas Berton.

Untuk menangani situasi ini, sebanyak 57.050 personel telah dikerahkan dari darat. Selain itu, 61 armada udara juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman dari udara, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Berton menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca, patroli, dan water bombing terus dilaksanakan. “Dua dari empat provinsi terjadi hujan dan ini sangat membantu penanganan karhutla yang sedang terjadi,” tutupnya.

Tinggalkan komentar