JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menginstruksikan pemerintah daerah (Pemda) untuk secara rutin memantau perkembangan harga komoditas di lapangan. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun yang dapat memicu inflasi.
“Oleh sebab itu kami berharap turunlah ke lapangan. Cek betul, temukan solusinya,” ujar Tomsi dalam keterangan tertulisnya pada Senin (26/10/2026). Imbauan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang juga membahas isu strategis terkait Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah.
Tomsi merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2023-2025 yang menunjukkan bahwa bulan Oktober sering kali diwarnai kenaikan angka inflasi. Peningkatan ini biasanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Ia juga mengingatkan bahwa inflasi secara year-on-year (YoY) pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen.
Menurut Tomsi, salah satu penyebab peningkatan inflasi adalah kondisi geopolitik global. Namun, ia menekankan pentingnya daerah untuk melakukan antisipasi, mengingat harga kebutuhan pokok terpantau mengalami kenaikan di berbagai wilayah. “Setiap bulan Desember itu terjadi kegiatan masyarakat yang bertambah, baik itu perayaan Natal, kemudian liburan, ya, oleh sebab itu, maka kita perlu mengantisipasinya sejak dini,” jelasnya.
Secara spesifik, Tomsi meminta agar Pemda gencar melaksanakan operasi pasar di titik-titik yang mengalami kenaikan harga. Tujuannya adalah untuk menjaga agar harga komoditas tetap stabil dan tidak membebani masyarakat. “Dengan perkembangan situasi global maupun berkaitan dengan cuaca itu mengakibatkan inflasi kita sedikit naik, dan kita harus jaga untuk tidak keluar dari batas toleransi,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti kenaikan harga cabai merah yang terjadi di beberapa daerah. Persoalan ini perlu dipetakan secara rinci untuk menemukan solusi konkret. Tomsi meminta Pemda terkait untuk menyampaikan data terkini mengenai harga, hasil panen, dan ketersediaan cabai agar dapat dianalisis bersama dan segera menemukan solusi.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II KSP Popy Rufaidah, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani, serta perwakilan pihak terkait lainnya.