Distrik Yapsi kini memiliki cara baru bagi warganya untuk mengecek ketersediaan obat sebelum mendatangi Puskesmas Pembantu (Pustu). Melalui situs Lerehfarma.id, warga dapat mengetahui stok obat secara daring, sehingga tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh jika obat yang dibutuhkan ternyata kosong.
Tenaga kesehatan di Distrik Yapsi, Sinta, menyambut baik inovasi ini. “Terima kasih telah dibuatkan web Lerehfarma. Jika obat kosong, warga bisa langsung tahu, tidak perlu jauh-jauh ke Pustu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Lerehfarma.id merupakan hasil karya Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Bandung (ITB). Guna memastikan keberlanjutan operasional situs tersebut, TEP ITB menggelar pelatihan bagi tenaga kesehatan (nakes) setempat. Pelatihan yang dipusatkan di Kampung Ongan Jaya, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, ini diikuti oleh peserta dari Puskesmas Yapsi dan delapan Pustu.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah dimulai sejak awal Oktober 2026. Dalam sesi pelatihan, para nakes dibekali pengetahuan untuk mengelola tiga fitur utama Lerehfarma.id, meliputi informasi ketersediaan obat, penanganan pengaduan warga, dan pemantauan data penyakit. Mereka juga dilatih mengenai alur kerja dan koordinasi agar setiap informasi yang masuk dapat segera ditindaklanjuti.
Ketua Tim TEP ITB, Muhammad Yudhistira Azis, menekankan peran vital tenaga kesehatan sebagai penggerak utama dalam pengoperasian sistem ini. “Lerehfarma.id sudah berkembang dengan baik untuk kawasan Yapsi. Harapannya, sistem ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Kita membutuhkan tenaga kesehatan yang menjadi pelopor untuk memastikan ini benar-benar berjalan dan digunakan secara berkelanjutan,” ujar Yudhistira.
Bidan Kampung Kwarja, Ellen Suebu, menyatakan kesiapannya untuk mensosialisasikan layanan ini kepada warga. “Saya sangat bersyukur karena adanya kegiatan ini. Meskipun kami di Kwarja sulit jaringan, kami optimis bahwa akan menjadi penyambung informasi ini kepada warga Kwarja,” ungkap Ellen.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Kepala Subbagian Umum, Program, dan Informasi, Juni Irianto, mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital yang dinilai mampu meningkatkan koordinasi layanan kesehatan di wilayah terpencil.
Langkah TEP ITB ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai dorongan pemanfaatan ekonomi digital untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok negeri. “Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keharusan bagi UMKM dan ekonomi desa kita untuk naik kelas serta mandiri di tengah persaingan global,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Pembukaan Forum Ekonomi Digital Nasional di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem usaha dalam pengembangan wilayah. “Pembangunan kewilayahan yang kita lakukan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakatnya melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna,” ujar Menko AHY dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Kewilayahan.
Visi tersebut turut menjadi landasan transformasi kawasan transmigrasi yang digagas Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. “Kawasan transmigrasi harus bertransformasi menjadi lumbung ekonomi baru. Produk-produk lokal dari para transmigran harus bisa menembus pasar nasional dengan sentuhan kreativitas dan digitalisasi,” kata Menteri Iftitah pada Dialog Nasional Ketransmigrasian di Makassar.
Selain pelatihan, TEP ITB juga menyerahkan bantuan alat kesehatan dan unit penyaring air bersih untuk fasilitas kesehatan setempat. Diharapkan, pelatihan nakes dan bantuan sarana ini dapat mendukung penyediaan layanan kesehatan yang andal, transparan, dan berkelanjutan bagi warga Kawasan Transmigrasi Yapsi.