Bogor – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi eskalator yang mati di Skybridge Bojonggede. Langkah ini diambil setelah warga menyampaikan protes melalui karangan bunga yang ditempatkan di lokasi tersebut. Pihak Dishub berjanji akan segera memulai proses perbaikan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, menyatakan bahwa pengerjaan perbaikan eskalator tersebut ditargetkan akan dimulai dalam minggu ini. “Insyaallah, dalam minggu ini pengerjaan perbaikan eskalator tersebut sudah mulai dilakukan agar bisa cepat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” ujar Bayu di Stasiun Bojonggede, Rabu (28/10/2026). Ia menambahkan bahwa menurut teknisi, tahapan perbaikan paling lambat akan dilakukan sore ini.
Bayu menjelaskan bahwa kondisi eskalator yang mati dan ditutup adalah demi menjaga keselamatan warga. Ia menekankan bahwa pemaksaan operasional eskalator yang dalam kondisi rusak dapat mengancam keselamatan. “Eskalator ini sangat vital dan dipahami oleh pemerintah, namun jika dipaksakan, dikhawatirkan justru terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang lebih krusial. Oleh karena itu, penggunaannya ditahan dulu, dihold dulu sampai eskalator tersebut benar-benar berjalan dengan baik dan normal sesuai fungsinya,” terangnya.
Lebih lanjut, Bayu mengapresiasi perhatian warga yang telah mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk aspirasi. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan antusiasme dan atensi yang luar biasa, terhadap keberadaan Skybridge yang memang saat ini sedang dalam persiapan untuk pengerjaan perbaikan,” kata Bayu menanggapi karangan bunga di eskalator mati.
“Kami sampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengguna, khususnya pengguna eskalator Skybridge Bojong Gede. Langkah ini (stop operasional eskalator) juga merupakan antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan,” imbuhnya.
Aksi protes warga ini berawal dari laporan sebelumnya bahwa pengguna kereta api meminta pihak yang bertanggung jawab untuk segera memperbaiki eskalator yang mati di Skybridge Stasiun Bojonggede. Protes disampaikan warga dengan cara menyimpan karangan bunga di depan eskalator yang tidak berfungsi sejak Selasa (27/10) malam.
Salah satu perwakilan warga, Fika, yang tergabung dalam #WargaBersuara, menjelaskan tujuan aksi tersebut. “Aku bersama teman teman dari #WargaBersuara pasang karangan bunga tadi malam kak. Tujuannya tentu untuk menyuarakan dan mendesak agar pemerintah yang bertanggung jawab atas fasilitas skybridge ini segera memperbaikinya,” kata Fika, Kamis (28/10/2026).
Fika menambahkan bahwa keheningan warga selama ini dikhawatirkan akan disalahartikan sebagai ketidakpedulian terhadap kerusakan. “Karena selama ini kami diam saja khawatir dianggap kami tidak masalah dan tidak peduli atas kerusakan yang terjadi, padahal kami semua sangat dirugikan atas adanya kerusakan berbagai fasilitas skybridge terutama eskalatornya,” tutupnya.