JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), mengajak generasi muda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, untuk berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi guna menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja. Ia menilai potensi industri dan ekonomi digital dapat menjadi pendorong kemajuan daerah jika diiringi dengan peningkatan keterampilan anak muda.
“Jangan pernah takut untuk gagal. Jangan takut untuk rugi kalau berusaha. Jangan takut untuk melangkah lebih maju,” pesan Ibas dalam forum kepemudaan bertema Arah Baru Kepemimpinan Pemuda dan Citra Bangsa di Era Digital di Kendal, Minggu (25/10).
EBY mengapresiasi potensi Kendal di berbagai sektor, mulai dari industri, pertanian, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan keagamaan, hingga pariwisata. Keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat perekonomian dan membuka kesempatan kerja. Namun, pertumbuhan industri ini perlu diiringi dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal agar masyarakat Kendal dapat terlibat langsung dalam perkembangan ekonomi dan memperoleh manfaat dari peluang yang tersedia.
Teknologi dan AI Buka Peluang Inovasi
EBY menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang luas bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan sumber penghasilan baru. Anak muda didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan karya, membangun usaha, dan menjawab kebutuhan masyarakat. “Teman-teman yang muda juga bisa menggerakkan sektor ekonomi kreatif menjadi seorang animator, menjadi seorang ilustrator, menjadi seorang digital artist,” ujar EBY.
Ia mendorong generasi muda memanfaatkan media sosial dan internet untuk memperluas pemasaran produk lokal, mempromosikan destinasi wisata, serta memperkenalkan seni dan budaya Kendal kepada khalayak yang lebih luas. EBY mengingatkan agar AI tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas dan mempermudah pekerjaan. Generasi muda perlu terus belajar, beradaptasi, dan menggunakan teknologi secara bijak agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja.
Dorong Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Lokal
Perkembangan industri di Kendal harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta pemberdayaan masyarakat menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Dalam sesi dialog, sejumlah aspirasi muncul dari perwakilan pemuda Kendal. Anatun Mu’alifah dari Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Kendal bertanya mengenai upaya menjaga budaya lokal di tengah kehadiran pekerja dari luar daerah dan mahasiswa pendatang, serta kecenderungan sebagian pemuda setempat yang memilih bekerja ke luar negeri. Sementara itu, Rizki, seorang profesional perbankan, menyampaikan perlunya dukungan pemerintah bagi pelaku UMKM Kendal.
Menanggapi hal tersebut, EBY menegaskan bahwa dialog antara generasi muda, pemerintah, dan wakil rakyat perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Aspirasi tidak boleh berhenti pada diskusi, tetapi harus dikawal hingga pelaksanaannya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia berharap pertumbuhan industri di Kendal dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat, termasuk memperluas kesempatan kerja agar warga dapat bekerja dan berkembang di daerahnya sendiri.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menambahkan pentingnya pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, serta pengembangan kelompok sadar wisata untuk mendukung potensi pariwisata daerah. Rinto Subekti dari Komisi XIII DPR RI menyampaikan bahwa masyarakat Kendal memiliki kualitas dan kemampuan bersaing, serta menyebut Komisi XIII memiliki program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memastikan perizinan tenaga kerja asing sesuai ketentuan. Raja Faisal menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti persoalan tenaga kerja asing dan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat serta generasi muda untuk mencari solusi bersama.
Ajak Pemuda Jaga Budaya dan Persatuan
Selain mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi, EBY mengingatkan pentingnya menjaga identitas serta budaya lokal di tengah perubahan zaman. Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi perlu diimbangi dengan sikap bijak, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Kendal memiliki potensi budaya, pariwisata, dan kehidupan keagamaan yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan daerah. Keberadaan pondok pesantren juga membuka peluang untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang terhubung dengan budaya, kuliner, pariwisata religi, dan produk lokal.
Dalam dialog, Aprilia Wijayanti, Putri Pariwisata Jawa Tengah 2024, menyoroti posisi strategis Kendal dan peluang pengembangan pariwisata melalui promosi digital. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda semakin diperkuat. Septania Andriani, Wakil 1 Mbak Jawa Tengah 2025, mempertanyakan langkah pemerintah untuk menjaga semangat positif dan peran aktif pemuda di tengah arus globalisasi. Sementara itu, Sinang Agung berharap kreativitas pemuda mendapat ruang, dukungan, dan perhatian. EBY mengapresiasi keberanian generasi muda menyampaikan gagasan dan aspirasi secara terbuka, santun, serta beretika, yang merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.
Menurut Ibas, generasi muda dapat ikut melestarikan budaya daerah melalui media digital, misalnya dengan memperkenalkan kesenian, produk lokal, dan destinasi wisata Kendal. Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
EBY Dorong Kolaborasi untuk Masa Depan Kendal
EBY menegaskan kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan generasi muda. Potensi Kendal perlu dikembangkan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Ia berharap forum kepemudaan ini menjadi awal dari kerja sama dan aksi nyata, mendorong generasi muda meningkatkan kapasitas diri, berani mengambil peluang, serta menggunakan teknologi secara produktif. Menutup pesannya, Ibas mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama dengan mengutip prinsip “Khairunnas anfa’uhum linnas”. EBY berharap generasi muda Kendal terus berani berinovasi, menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mengambil peran aktif dalam membangun daerah dan masa depan Indonesia.