JAKARTA – Jaringan penyelundupan narkoba internasional berhasil dibongkar oleh aparat gabungan yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Dalam operasi senyap ini, disita 1 ton ketamin yang dibawa menggunakan kapal tanker berbendera asing, MT Global 168, yang diamankan di Perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Kapolri menyatakan bahwa pengungkapan ini merupakan bukti nyata keseriusan aparat gabungan dalam memberantas peredaran narkoba. “Ini adalah wujud nyata keseriusan kita semua, aparat TNI Polri bersatu, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah, alhamdulillah hari ini kita bisa mengungkap, menangkap para penyeludup yang sangat jahat yang ingin menghancurkan anak bangsa kita,” ujar Jenderal Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers.
Operasi gabungan yang melibatkan Polri, BNN, dan Bea Cukai ini dilakukan secara senyap. “Berhasil mengamankan sebuah kapal yang terpantau melakukan anomali pergerakan di selat Malaka melalui laut Andaman dan berhasil diamankan tepatnya di Perairan Tanjung Balaiasahan Sumatera Utara,” jelas Kapolri.
Kapal MT Global 168 diketahui berjenis kapal tanker dan mengibarkan bendera Mongolia, namun operasionalnya diduga berasal dari Malaysia. Para pelaku diduga mengubah nama kapal untuk mengalihkan perhatian petugas. “Jadi benderanya Mongolia tapi kapalnya dari Malaysia,” tambahnya.
Pemantauan intelijen terhadap pergerakan anomali di Selat Malaka telah dilakukan sejak Agustus 2026. Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa identitas kapal ini terungkap dari dokumen docking yang ditemukan di kapal lain yang sebelumnya ditangkap. “Identitas kapal ini terungkap dari dokumen docking yang ditemukan di atas kapal yang ditangkap sebelumnya, mungkin kalau bapak-bapak ibu-ibu monitor, kita menangkap ketamin 800 Km di kapal MV Fuchangxing 1,” katanya.
Dalam operasi ini, delapan orang awak kapal berhasil diamankan. Tujuh di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu orang lainnya adalah WNA asal Tiongkok.
Sebelumnya, Dirjen Bea Cukai Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama turut menyampaikan apresiasinya kepada Polri dan BNN atas pengungkapan ini. Ia menekankan bahwa kasus narkotika di perairan Sumatera Utara menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. “Saya sampaikan bahwa ini adalah merupakan suatu apresiasi, kebanggan untuk para aparat keamanan gabungan dalam hal ini BNN, Beacukai, Polri, serta seluruh aparat yang lain yang telah berhasil melakukan pengungkapan jaringan internasional penyelundupan narkoba di wilayah Indonesia khususnya perairan Sumatera Utara, Selat Malaka, yang memang menjadi perhatian Bapak Presiden,” tutur Djaka Budhi saat konferensi pers bersama Polri dan BNN di Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).
Ia menambahkan bahwa perairan Sumatera Utara memang dikenal sebagai jalur penyelundupan barang terlarang, termasuk narkoba.