Kapolrestro Bekasi Kota Pantau Langsung Pelatihan Jahit ‘Poliran’ untuk Siswa SMK

Sebanyak 60 siswa jurusan Tata Busana di SMKN 1 Kota Bekasi, Jawa Barat, memulai program pelatihan menjahit yang dikenal sebagai ‘Polisi Peduli Pengangguran’ (Poliran). Program ini merupakan inisiatif Polres Metro Bekasi Kota yang bekerja sama dengan sejumlah industri untuk menyediakan sarana pelatihan konveksi guna meningkatkan kompetensi para siswa.

Kegiatan perdana program ini ditinjau langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota, pada Kamis (22/10). Peninjauan ini menjadi bagian dari perhatian Polres Metro Bekasi Kota terhadap pelaksanaan program unggulan tersebut.

Dalam kunjungannya, Kapolres mengamati secara detail aktivitas para siswa yang sedang mengoperasikan mesin jahit industri. Ia juga memantau proses pengerjaan kain dan berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai optimalisasi pemanfaatan fasilitas praktik yang telah disediakan.

Kehadiran Ketua Bhayangkari turut memberikan dukungan moral dan penguatan terhadap upaya pengembangan keterampilan generasi muda, khususnya di bidang tata busana yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi keahlian produktif dan sumber penghidupan.

Kombes Putu Kholis Aryana menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari ketersediaan peralatan, melainkan lebih penting lagi adalah kemampuan siswa dalam memanfaatkannya untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Ia menambahkan, pengalaman langsung menggunakan perangkat produksi akan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk mengenal ritme kerja industri, meningkatkan ketelitian, serta membangun kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja profesional.

“Yang ingin kita lihat bukan sekadar mesin-mesin ini tersedia, tetapi bagaimana anak-anak dapat menggunakannya dengan baik dan terus berkembang. Setiap proses belajar harus memberi mereka pengalaman baru, keberanian untuk mencoba, dan kemampuan menghasilkan sesuatu dari keterampilan yang dimiliki. Kami ingin fasilitas ini benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi masa depan mereka,” ujar Putu Kholis, Jumat (23/10/2026).

Fasilitas praktik yang digunakan merupakan hasil tindak lanjut kerja sama antara Polres Metro Bekasi Kota dengan PT Sentosa Garmindo Pratama dalam penyelenggaraan program ‘Poliran’. Dukungan inventaris mencakup 429 unit mesin dan peralatan konveksi. Pelatihan tahap awal ini diikuti oleh 60 siswa jurusan Tata Busana yang terbagi dalam dua kelas. Diharapkan, pemanfaatan sarana ini secara bertahap akan semakin mendekatkan kegiatan pembelajaran dengan proses produksi yang sesungguhnya diterapkan di dunia usaha.

Selain fokus pada pendidikan keterampilan bagi siswa, program ‘Poliran’ juga dirancang untuk menjangkau masyarakat umum yang membutuhkan peningkatan kemampuan kerja. Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Metro Bekasi Kota masih terus memproses pendataan dan pendaftaran calon peserta dari masyarakat umum untuk tahap berikutnya. Pengembangan ini mencerminkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, di mana kepolisian berperan sebagai penghubung vital antara kebutuhan warga, lembaga pendidikan, dan dunia industri.

“Kami berharap dari ruang praktik ini lahir anak-anak yang terampil, kreatif, dan memiliki semangat untuk terus belajar. Tidak semua keberhasilan harus dimulai dari bekerja di perusahaan besar. Keterampilan yang ditekuni dengan sungguh-sungguh juga dapat menjadi jalan untuk membangun usaha sendiri, menciptakan peluang, bahkan suatu saat membuka pekerjaan bagi orang lain,” pungkas Putu Kholis.

Tinggalkan komentar