Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa sektor ekonomi kreatif telah memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta, mencapai sekitar Rp 410 triliun atau hampir 11%. Ia menegaskan bahwa sektor ini merupakan salah satu pendorong utama perekonomian Ibu Kota.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Ia menilai Jakarta memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi kreatif, didukung oleh keberagaman budaya, talenta lokal yang melimpah, serta pasar yang luas.
“Jakarta sendiri dalam hal yang berkaitan dengan ekonomi kreatif memberikan kontribusi cukup besar, hampir 11%. Jadi angkanya kurang lebih Rp 410 triliun dari aktivitas yang ada di Jakarta ini, dan ini cukup besar,” ujar Pramono.
Kontribusi ekonomi kreatif juga terbukti melalui berbagai kegiatan berskala besar yang sukses diselenggarakan di Jakarta. Salah satu contohnya adalah Jakarta Fair di Kemayoran, yang berhasil mencatatkan nilai transaksi hingga Rp 8,2 triliun dengan partisipasi lebih dari 6,1 juta pengunjung.
Selain itu, gelaran Jakarta Great Sale juga mencatat transaksi yang mengesankan sebesar Rp 26,8 triliun. Menurut Pramono, kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam mendorong belanja masyarakat sekaligus menggerakkan berbagai sektor usaha di Jakarta.
Menindaklanjuti kesuksesan tersebut, Pramono menginstruksikan jajarannya untuk mempersiapkan penyelenggaraan Jakarta Great Sale berikutnya agar menjadi lebih menarik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. “Karena itu saya sudah meminta kepada jajaran Balai Kota untuk mempersiapkan Jakarta Great Sale berikutnya lebih menarik, lebih atraktif. Kalau memang dibutuhkan lebih lama juga enggak apa-apa,” katanya.
Ia menekankan pentingnya transparansi dalam setiap penyelenggaraan acara, serta memastikan bahwa masyarakat mendapatkan nilai yang setara ketika melakukan pembelanjaan di Jakarta. “Yang penting adalah transparansi dan membuat masyarakat atau orang di Jakarta ketika mereka spend uangnya itu mendapatkan value yang sesuai,” tambah Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertekad menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif terkemuka yang mampu menarik pelaku industri, kreator, maupun investor dari berbagai negara. Hal ini sejalan dengan semakin seringnya Jakarta menjadi tuan rumah berbagai acara berskala internasional, mulai dari festival musik, konser, hingga ajang olahraga.
Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi yang positif melalui peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel dan restoran, serta penciptaan lapangan kerja baru. “Kami mendorong Jakarta menjadi hub baru bagi ekonomi kreatif di semua elemen, di semua bidang, di semua ruang. Salah satu yang saya sebut dengan epicenter of event,” tutup Pramono.