Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Tak Hadiri Rakornas TPAKD, Ternyata Fokus Atasi Kebakaran Gunung Ciremai

JAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya buka suara mengenai ketidakhadirannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026. Ketidakhadiran Dedi bahkan sempat disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto saat pengarahan.

Dedi menjelaskan bahwa pada saat yang bersamaan, ia sedang memprioritaskan penanganan kebakaran yang melanda Gunung Ciremai. Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Mensesneg dan Seskab.

“Hayo lagi ngomongin saya ya, dicari Bapak Presiden saat pengarahan saya tidak hadir. Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran di Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg dan saya juga sudah lapor ke Pak Seskab,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangan video di akun Instagram resminya, Jumat (23/10/2026).

Ia menambahkan bahwa upaya pemadaman kebakaran di Gunung Ciremai telah berjalan dengan baik. Menurut Dedi, api berhasil diisolasi dan tidak menjalar ke kawasan hutan.

“Dan kami sampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan di Ceremai sudah berjalan dengan baik. Satu, apinya sudah tidak menjalar ke kawasan hutan sudah berhasil diisolasi. Kami sudah berkoordinasi, kemarin waktu saya ke Ciremai langsung saya telepon Pak Wamenhan. Pak Wamenhan sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kasau. Sebagai tindak lanjut, helikopter akan segera dikerahkan untuk melakukan metode water bombing guna memadamkan api.

“Tadi malam saya berkoordinasi dengan Panglima TNI, dengan Kasau, dan akhirnya hari ini heli akan segera turun dari Bogor. Satu ke Kertajati, dua ke Pangkalan Sukani, Majalengka. Dari situ heli akan menggunakan water bombing, melakukan penanganan kebakaran agar apinya padam dan tidak lagi menjalar ke berbagai tempat,” tambahnya.

Dedi juga menyampaikan bahwa tim gabungan yang terdiri dari warga, TNI, Polri, dan relawan akan difungsikan untuk membuat kanal sebagai bagian dari upaya pemadaman api yang komprehensif. Hal ini diharapkan dapat mencegah api menjalar lebih luas di kemudian hari.

“Yang kedua, bahwa hari ini ada 1.000 warga, TNI, Polri, relawan yang kami kerahkan untuk memfungsikan kanal sebagai upaya melakukan penanganan kebakaran secara komprehensif. Sehingga ke depan kalau ada kebakaran lagi, kalau kanalnya sudah terbangun dengan baik, kanal alamiahnya dioptimalkan, maka kebakaran tidak akan menjalar ke mana-mana,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan keberadaan Gubernur Jawa Barat dalam Rakornas TPAKD 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Prabowo meminta agar gubernur yang tidak hadir untuk dicatat.

“Untuk menghormati gubernur-gubernur yang hadir saya minta izin membacakan, gubernur dan wakil gubernur yang hadir. Ini penting supaya rakyatnya tahu, tapi yang tak hadir banyak pekerjaan di situ. Saya minta maaf kepada para bupati karena yang hadir 230 kalau satu satu saya bacakan nama saudara saya dimarahin oleh panitia,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian mempertanyakan ketidakhadiran Gubernur Dedi Mulyadi, yang diwakili oleh wakil gubernurnya, meskipun wilayah Jawa Barat merupakan daerah terdekat dengan lokasi acara.

“Kemana KDM? Yang paling deket nggak hadir, pasti sibuk,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyentil Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang tidak hadir padahal namanya terdaftar. Ia meminta agar hal tersebut dicatat dan uang perjalanan dikembalikan.

“Waduh, dicatat ini uang jalan dikembalikan,” ujarnya.

Tinggalkan komentar