Jakarta – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengonfirmasi bahwa hujan yang mengguyur wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) baru-baru ini merupakan hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini dilaksanakan sebagai upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengatasi kabut asap yang melanda kedua provinsi tersebut.
Dalam pelaksanaan OMC, TNI AU mengerahkan lima pesawat untuk melakukan penyemaian awan. Kelima pesawat tersebut diberangkatkan dari Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Misi ini melibatkan penyemaian awan menggunakan berbagai jenis material untuk memicu turunnya hujan.
Pesawat NC-212/A-2107 dan NC-212i/A-2119, yang diawaki oleh Mayor Penerbang Candra A.W. dan Kapten Penerbang Edwin A., melakukan empat sortie penyemaian dry ice di area tenggara Palangkaraya. Sementara itu, pesawat NC-212/A-2105 yang dikemudikan Mayor Penerbang Adam N. F. menyemai natrium klorida (NaCl) di wilayah selatan Palangkaraya.
Lebih lanjut, penyemaian awan juga dilakukan menggunakan pesawat CN-295/A-2904 yang diawaki Mayor Penerbang Ryan P., serta pesawat C-130/A-1328 yang dikendalikan Mayor Penerbang Matheus B. L. Kedua pesawat ini menjalankan misi di wilayah Pulang Pisau, Katingan, Seruyan, hingga Kotawaringin Timur, terbang pada ketinggian antara 10.000 hingga 12.000 kaki.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh personel yang telah bekerja keras dalam operasi tersebut. Ia menegaskan komitmen TNI AU untuk terus menyiagakan alutsista dan fasilitas pendukung dalam upaya penanggulangan karhutla.
“Turunnya hujan adalah jawaban atas ikhtiar dan sinergi kita bersama di lapangan. TNI AU melalui Lanud Sjamsudin Noor tidak akan berhenti mengawal misi OMC ini sampai seluruh ruang udara Kalimantan benar-benar bersih dan bebas dari asap,” ujar Hilman dalam keterangannya pada Kamis, 28 Oktober 2026. Pernyataan ini menekankan dedikasi TNI AU dalam menjaga kualitas udara di Kalimantan.