Sampah antariksa dari roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) milik China dilaporkan jatuh di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Roket ZhuQue-2E adalah wahana antariksa yang dikembangkan untuk membawa muatan dengan berat ratusan ton.
Peluncuran roket ZhuQue-2E dilaksanakan pada 14 Oktober 2026 dari zona inovasi antariksa komersial Dongfeng, China. Roket tersebut lepas landas pada pukul 19.40 waktu setempat dan berhasil menempatkan 10 satelit ke orbit yang telah ditentukan.
Kesepuluh satelit tersebut membawa muatan komputasi berkinerja tinggi, serta perangkat komunikasi laser yang dirancang untuk koneksi antar-satelit maupun antara satelit dan Bumi dengan kecepatan tinggi.
Menurut surat kabar China, Global Times, Zhuque-2E merupakan roket berbahan bakar cair kriogenik yang pengembangannya didasarkan pada desain sistematis dan memanfaatkan teknologi dari pendahulunya, Zhuque-2. Roket ini memiliki diameter 3,35 meter, dengan diameter selubung (fairing) maksimum 4,2 meter, dan tinggi mencapai 55,9 meter.
Kemampuannya dalam mengangkut beban sangat signifikan. Massa yang diangkut saat lepas landas mencapai 267 ton, dengan daya dorong lepas landas sebesar 338 ton. Saat peluncuran, roket ini membawa muatan eksperimental khusus seberat 2,8 ton yang ditujukan untuk kebutuhan jaringan konstelasi skala besar ke orbit setinggi 900 kilometer.
Peluncuran roket ini merupakan bagian dari program “komputasi bintang” China, sebuah proyek ambisius yang bertujuan membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di antariksa yang terdiri dari 2.800 satelit komputasi.
Penemuan Serpihan Roket di Kalteng
Penemuan serpihan roket ini menarik perhatian warga setelah terdengar suara dentuman keras disertai gemuruh dari arah langit di wilayah Kotim pada Minggu (18/10) sore. Sehari kemudian, Senin (19/10), warga menemukan pecahan logam berukuran cukup besar di kawasan yang sama, yang diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar cair roket.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi bahwa benda logam berukuran besar yang ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit milik PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah adalah sampah antariksa bekas roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) asal China.
“Ini objek kedua setelah kemarin juga ditemukan objek logam terkoyak di kebun sawit. Sumbernya diduga sama, sampah antariksa bekas roket ZhuQue-2E milik China. Sampah antariksa tidak bisa diprakirakan secara pasti titik jatuh dan waktunya, tetapi lintasan orbitnya bisa ditentukan,” kata Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, kepada wartawan, Rabu (21/10).