JAKARTA – Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) memberikan klarifikasi mengenai viralnya ratusan motor trail yang terlihat di wilayah Bekasi. Menurut Kodam Jaya, kendaraan tersebut merupakan bagian dari pengadaan untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan bukan barang yang terbengkalai.
Kapendam Jaya Letkol Arf Noor Iskak menjelaskan bahwa ratusan motor trail itu adalah milik mitra pengadaan kendaraan bagi Kementerian Pertahanan. Kendaraan ini dipersiapkan untuk menunjang operasional prajurit TNI di wilayah Indonesia bagian timur.
“Diperuntukkan bagi kebutuhan operasional Batalyon Teritorial Pembangunan (Batalyon TP) di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua,” ujar Iskak dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10/2026).
Iskak membantah narasi yang menyebutkan motor-motor tersebut terbengkalai. Ia menegaskan bahwa foto dan video yang beredar menunjukkan kondisi motor sebelum didistribusikan kepada satuan penerima. Keberadaan motor di Bekasi merupakan bagian dari proses pengadaan dan persiapan sebelum didistribusikan sesuai peruntukannya.
“Informasi mengenai keberadaan kendaraan tersebut perlu dipahami dalam konteks proses pengadaan dan dukungan operasional, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” tutur Iskak. Ia menambahkan bahwa informasi yang beredar perlu dilihat dalam konteks yang benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Sebelumnya, beredar foto dan video di media sosial Threads yang menampilkan deretan motor trail terparkir di lahan kosong tanpa atap. Dalam rekaman tersebut, terlihat pula tumpukan rongsokan, ekskavator, truk pengangkut rongsokan, serta truk kecil bermuatan ban.
Sementara itu, juru bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Tysa Novenny membantah bahwa motor listrik yang terlihat dalam video tersebut adalah milik lembaganya. Setelah melakukan pengecekan dan perbandingan dengan motor trail listrik pengadaan tahun 2025, Tysa memastikan bahwa motor dalam video berbeda dengan yang diadakan BGN.
Kejaksaan Agung (Kejagung) juga telah memastikan bahwa motor-motor yang ada dalam video tersebut bukanlah barang bukti dari kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik di BGN.