Sekolah Rakyat: Jembatan Pendidikan Sekaligus Kesejahteraan Keluarga

Pendidikan memegang peranan krusial dalam membuka gerbang masa depan yang lebih cerah bagi anak. Namun, bagi keluarga yang terjerat kesulitan ekonomi, akses terhadap pendidikan perlu diimbangi dengan dukungan komprehensif agar kondisi keluarga secara keseluruhan dapat terangkat.

Pendekatan holistik inilah yang diadopsi oleh program Sekolah Rakyat, yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Lebih dari sekadar menyediakan akses pendidikan, pemerintah juga berupaya mendorong pemberdayaan orang tua agar mereka memiliki peluang nyata untuk meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat mengintegrasikan tiga pilar utama: pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Dengan strategi terpadu ini, diharapkan manfaat program tidak hanya dinikmati oleh anak didik, tetapi juga merambah ke seluruh anggota keluarga.

“Anaknya sekolah, anaknya lulus, keluarganya naik kelas. Kira-kira seperti itu,” ujar Gus Ipul, seperti dikutip dari detikNews. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi anak untuk menempuh pendidikan formal, sementara orang tua didorong untuk mengembangkan potensi dan kemandirian ekonomi yang selaras dengan kebutuhan riil keluarga.

Orang Tua Didorong Kembangkan Usaha

Salah satu wujud nyata pemberdayaan keluarga adalah melalui pelatihan keterampilan dan fasilitasi pengembangan usaha. Inisiatif ini dirancang untuk membantu para orang tua secara bertahap meningkatkan kapasitas penghasilan mereka.

Kementerian Sosial (Kemensos), bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), tengah berupaya mengintegrasikan program bantuan sosial (bansos) dengan skema pemberdayaan. Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan pelatihan Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (LAKSMI) yang diikuti oleh 100 pelaku usaha mikro di wilayah Bandung Raya.

Program ini secara spesifik menyasar para ibu atau wali siswa Sekolah Rakyat, dengan tujuan meningkatkan kapabilitas mereka dalam mengelola dan mengembangkan usaha yang sudah ada. Dukungan lain yang diberikan bersifat adaptif, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing keluarga, mencakup penguatan keterampilan, penyediaan modal usaha, hingga penguatan aset produktif.

Gus Ipul menekankan esensi menghubungkan bantuan sosial yang bersifat sementara dengan pemberdayaan yang memiliki dampak berkelanjutan. “Bansos, sementara. Berdaya, selamanya. Sesederhana begitu,” tegasnya saat kegiatan pemberdayaan usaha masyarakat di Bandung, Selasa (20/10). Meskipun demikian, ia mengakui bahwa bantuan sosial tetap memegang peranan vital dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Namun, kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan merintis usaha dinilai sama pentingnya sebagai bekal jangka panjang untuk peningkatan pendapatan.

Pendidikan Anak dan Kesejahteraan Keluarga

Pemberdayaan keluarga dalam program Sekolah Rakyat membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Program pelatihan, akses terhadap peluang usaha, serta penyaluran bantuan sosial harus dirancang agar relevan dan sesuai dengan kondisi objektif keluarga sasaran.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Akhiri Hailuki, menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan orang tua yang berjalan simultan dengan pendidikan anak. Menurutnya, pelatihan keterampilan dan pembukaan akses ekonomi merupakan kunci bagi keluarga untuk keluar dari jerat kemiskinan.

“Kami berharap, penerima manfaatnya betul-betul keluarga desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Para orang tuanya mesti terjangkau program pemberdayaan ekonomi atau pelatihan keterampilan agar bisa keluar dari kondisi kemiskinan ekstrem dalam jangka waktu paling lambat lima tahun ke depan,” katanya, sebagaimana dilaporkan oleh Antara. Ia juga mendorong kolaborasi erat antara program pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam hal fasilitasi akses pembiayaan usaha dan jaminan perlindungan sosial bagi para pekerja di sektor informal.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan keluarga penerima manfaat memperoleh dukungan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, upaya peningkatan kualitas pendidikan anak dapat berjalan seiring dengan progresi peningkatan kesejahteraan keluarga.

Peresmian 100 Sekolah Rakyat

Pengembangan konsep Sekolah Rakyat merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperluas jangkauan akses pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang keluarga kurang mampu. Program ini secara inheren disertai dengan mandat untuk memberdayakan keluarga, memberikan orang tua kesempatan emas untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka.

Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian acara Peresmian 100 Sekolah Rakyat yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Makassar pada tanggal 28 Oktober 2026. Publik dapat menyaksikan rangkaian acara ini melalui siaran langsung yang akan disediakan oleh detikcom, memberikan kesempatan untuk memahami lebih dalam bagaimana Sekolah Rakyat dikembangkan dalam upaya mendukung pendidikan anak sekaligus membimbing keluarga membangun fondasi masa depan yang lebih kokoh.

Tinggalkan komentar