Rocky Gerung Beri “Nilai” Finger Heart untuk 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jakarta – Usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah genap mencapai dua tahun. Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung turut memberikan pandangannya ketika dimintai keterangan oleh awak media.

Rocky Gerung terlihat hadir dalam agenda Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang diselenggarakan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Setibanya di lokasi, Rocky ditanya mengenai kehadirannya yang merupakan kali pertama dalam sidang kabinet bersama Presiden Prabowo. Ia kemudian menyinggung mengenai momentum dua tahun pemerintahan Prabowo.

“Ini juga perdana urgensinya karena 2 tahun jadi harus dievaluasi,” kata Rocky Gerung. Ia kemudian melanjutkan dengan memberikan penilaiannya. “Dan saya kasih nilai… (finger heart),” ujarnya sambil memperagakan gerakan finger heart.

Selain Rocky Gerung, beberapa tokoh lain turut hadir dalam sidang tersebut, termasuk Ketua Wantimpres Pratikno, Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dan Kepala OJK Friderica Widyasari Dewi. Hadir pula Wamenko Perekonomian Drajad Hari Wibowo, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandi Susanto, Menteri P2MI Mukhtarudin, Mendag Budi Santoso, Menhut Raja Juli Antoni, Wamentrans Viva Yoga Mauladi, serta Kepala BPJPH Haikal Hasan.

Sidang kabinet tersebut dijadwalkan akan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan bertempat di halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Wamentras Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa rapat kabinet ini bertujuan untuk mengoordinasikan kerja pemerintahan dalam pelaksanaan program-program yang telah dicanangkan.

“Iya. Ada rapat Kabinet MP yang langsung dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Viva Yoga Mauladi kepada wartawan. Ia menambahkan, “Rapat rutin kabinet: koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi program antar-kementerian dan lembaga. Juga untuk monitoring dan pengendalian program pemerintah antar-kementerian dan lembaga,” ujar Viva Yoga Mauladi.

Tinggalkan komentar