JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Sidang ini diawali dengan penayangan video yang merangkum capaian dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Setelah Presiden Prabowo memasuki ruangan sidang, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dengan melaporkan kehadiran seluruh menteri, kepala badan, dan tamu undangan lainnya. “Yang terhormat Bapak Presiden hari ini Rabu 21 Oktober 2026 dalam sidang kabinet paripurna 2 tahun pertama pemerintahan telah hadir seluruh anggota Kabinet Merah Putih para Menteri Koordinator, Menteri dan Kepala Badan serta wakil, Wantimpres, Dewan Ekonomi Nasional, penasihat khusus dan utusan khusus presiden, beserta Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua OJK,” ucap Teddy.
Teddy kemudian meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk menampilkan video capaian. “Selanjutnya atas izin bapak Prsiden kami izin tayangkan cuplikan hasil nyata 2 tahun pertama pemerintahan, dipersilakan,” imbuhnya.
Video yang ditampilkan merinci berbagai program prioritas yang telah dilaksanakan pemerintah. Di sektor pendidikan, video menyoroti perbaikan sekolah dan infrastruktur pendukung, termasuk pendirian 265 Sekolah Rakyat dan kembalinya 43.000 anak jalanan ke bangku sekolah, serta renovasi 30.000 sekolah.
Sektor kesehatan juga menjadi fokus, dengan program Cek Kesehatan Gratis yang dilaporkan telah memberikan 108 juta layanan. Pemerintah juga mengklaim telah membangun 22 rumah sakit baru untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan.
Dalam bidang perumahan, sebanyak 400.000 rumah dilaporkan telah selesai diperbaiki. Selain itu, pemerintah menampilkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih untuk pengembangan kawasan pesisir.
Pembangunan infrastruktur juga dipaparkan, mencakup pembangunan lebih dari 9.000 kilometer jaringan irigasi, 3.500 jembatan, dan 2.228 kilometer jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres). Sebanyak 3.000 titik sumur bor baru juga dibangun.
Di sektor energi, pemerintah menyoroti program bahan bakar minyak (BBM) Solar B50 sebagai langkah menuju swasembada energi. Video juga menampilkan pembangunan Kampung Haji untuk penguatan pelayanan jemaah haji.
Selain itu, video tersebut memaparkan langkah penataan ekonomi dan pengelolaan aset negara. Pemerintah mengklaim telah menyelamatkan kekayaan negara lebih dari Rp54,8 triliun, melunasi utang obligasi terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp218,3 triliun, dan menutup 290 badan usaha milik negara (BUMN) yang berpotensi menghemat sekitar Rp50 triliun per tahun.