Bogor – Ratusan siswa di tiga SMP di Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementara mengarah pada bumbu kacang untuk sate yang digunakan dalam menu tersebut.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, menjelaskan bahwa bumbu kacang tersebut diolah oleh pihak ketiga sebelum diserahkan ke SPPG Dramaga 4. “Berdasarkan investigasi awal, dugaan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Dramaga 4,” kata Haidir dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Praktik operasional yang dijalankan oleh SPPG Dramaga 4 dinilai tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya. Akibatnya, SPPG Dramaga 4 terancam sanksi dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Praktik tersebut dinilai tidak sesuai dengan prosedur operasional yang seharusnya dijalankan,” ujar Haidir.
BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Dramaga 4 menyusul insiden keracunan yang menimpa 481 siswa tersebut. “Operasional SPPG dihentikan mulai hari pengumuman hari ini hingga waktu yang belum ditentukan,” tambah Haidir.
Menyikapi kejadian ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMP Negeri 1, 2, dan 3 Dramaga selama dua hari. “Kita koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, maka dua hari ke depan akan diberlakukan pendidikan jarak jauh,” kata Bupati Bogor Rudy Susmanto usai mengunjungi siswa yang diduga keracunan di Puskesmas Cangkurawok, Selasa (27/10).
Rudy Susmanto menambahkan bahwa PJJ diterapkan untuk menjaga psikologis siswa agar tetap dapat belajar dengan baik, sembari pengawasan tetap dilakukan. Gejala keracunan mulai muncul pada tanggal 26 Oktober 2026, baik pada malam hari maupun keesokan paginya.