JAKARTA – Pemerintah akan mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat, menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyatakan bahwa percepatan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan presiden terkait bantuan pangan yang menyasar kelompok masyarakat desil 1 hingga 4.
Zulhas menargetkan agar seluruh penyaluran bantuan pangan ini dapat rampung sebelum bulan Desember 2026. “Pak Presiden sudah putuskan, sudah setuju beliau, bantuan pangan untuk 33,2 juta di desil 1 sampai desil 4. Kita percepat, kita percepat ya, sebelum Desember ini selesaikan,” ungkap Zulhas saat Rapat Koordinasi Keamanan Pangan di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Setiap penerima bantuan pangan akan mendapatkan alokasi beras gratis sebanyak 30 kilogram untuk periode Oktober, November, dan Desember. “Masing-masing 30 kilogram,” jelas Zulhas.
Bantuan pangan ini disalurkan sebagai upaya pemerintah dalam menangani dampak El Nino yang telah dirasakan oleh sebagian masyarakat, serta merespons keluhan mengenai kenaikan harga pangan. “Kita mendengar keluhan-keluhan masyarakat soal harga ya, El Nino dan seterusnya,” tutur Zulhas.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga mengantisipasi lonjakan harga beras yang terjadi saat ini melalui penyaluran beras subsidi. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. “Walaupun kenaikan sedikit, itu emak-emak, ibu-ibu tentu keluhan juga kita dengar. Oleh karena itu bantuan subsidi ini, bukan bantuan pangan, tapi ini beras subsidi. Ya dijual Rp 12.500/kg di Jawa, luar Jawa Rp 13.100/kg dari Bulog SPHP. Luar (beras selain Bulog) dijualnya Rp 15.000/kg,” tutupnya.