Miris, 50 Persen Remaja Indonesia Pernah Alami Kekerasan

Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan fakta mengejutkan mengenai tingkat kekerasan yang dialami anak-anak di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, satu dari dua anak usia 13 hingga 17 tahun pernah mengalami kekerasan sepanjang hidup mereka.

Lebih lanjut, Arifah mengungkapkan bahwa satu dari tiga anak juga pernah mengalami kekerasan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara diskusi yang diselenggarakan oleh Kosgoro di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (26/10/2026).

Data tersebut bersumber dari survei yang dilakukan secara kolaboratif oleh Kementerian PPPA, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Universitas Indonesia pada tahun 2024. Survei ini merupakan bagian dari pemantauan rutin yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.

Hasil survei menunjukkan bahwa kekerasan fisik menjadi jenis kekerasan yang paling banyak dialami oleh anak-anak. Menariknya, dua pertiga dari pelaku kekerasan fisik tersebut adalah teman sebaya korban.

“Dari survei itu menunjukkan, kekerasan yang paling banyak dialami oleh anak-anak di survei tersebut adalah kekerasan fisik, seperti dipukul, ditendang, ditampar, ada pengeroyokan, dilempar benda, dan sebagainya,” jelas Arifah.

Arifah menambahkan bahwa pada survei tahun 2024, pihaknya menambahkan indikator baru terkait kekerasan emosional. Penambahan ini menjadi salah satu alasan mengapa angka kekerasan secara keseluruhan terbilang sangat tinggi.

“Jadi ini adalah bentuk kekerasan yang paling tinggi, seperti dihina, direndahkan, dibentak, diancam, dan sebagainya. Jadi anak-anak sekarang ini berbeda dengan waktu kita masih kecil. Ketika anak-anak kita saat ini kita nasihati dengan nada agak tinggi, itu sudah masuk dalam kekerasan emosional,” terangnya.

Kementerian PPPA sendiri memiliki mekanisme pemantauan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Hingga September 2026, tercatat lebih dari 12 ribu laporan kasus yang masuk ke kementerian.

“Kemudian pada tahun 2026 saat ini, dari bulan Januari sampai dengan September 2026, data yang terlaporkan kepada kami 12.644,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar