Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong. Diskusi utama dalam pertemuan tersebut berfokus pada upaya penguatan ketahanan kawasan yang mencakup Asia Tenggara, Samudra Pasifik, hingga Samudra Hindia.
Tata menjelaskan bahwa kedua negara bertukar pikiran mengenai situasi terkini di kawasan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan regional melalui berbagai mekanisme yang ada. Ia menyoroti pentingnya kerjasama tidak hanya dalam kerangka ASEAN, tetapi juga melalui forum lain seperti Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudera Hindia (IORA) dan Forum Kepulauan Pasifik (PIF), di mana kedua negara juga menjadi anggota.
Lebih lanjut, Tata menyampaikan bahwa Indonesia dan Australia memiliki pandangan yang sama dalam mendorong reformasi di tingkat multilateral. Keduanya sepakat bahwa sistem kerja sama multilateral yang ada saat ini perlu diperbaiki untuk meningkatkan efektivitasnya.
Dalam pertemuan tersebut, isu-isu kerja sama bilateral juga turut dibahas. Tata menekankan pentingnya peningkatan komunikasi antara kedua negara, tidak hanya di tingkat pimpinan negara dan menteri, tetapi juga di tingkat teknis. Ia menegaskan adanya tingkat kepercayaan yang tinggi antara kedua negara.
“Tadi pertemuan pertama yang ingin menunjukkan bahwa komitmen dari Australia untuk terus meningkatkan hubungannya dengan Indonesia. Untuk dan melihat bahwa Indonesia adalah negara yang sangat khusus buat Australia dan ada trust yang tinggi di antara dua kepala negara dan tentunya juga di tingkat para menteri. Itu yang tadi kita bahas,” ujar Tata.
Tata menambahkan bahwa Australia menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia jika menghadapi masalah. Australia berkomitmen untuk mendengarkan setiap isu yang dihadapi Indonesia dan menawarkan bantuan yang diperlukan.