CILEGON – Kepolisian Daerah Banten tengah mendalami insiden terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Merak, Banten. Sejauh ini, 18 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Direktorat Polair Polda Banten.
Para saksi yang diperiksa meliputi penumpang yang berada di atas kapal, termasuk pengemudi bus, serta kru kapal yang bertugas. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut.
“Penyelidikan ini masih berjalan. Siapa saja yang diperiksa yang pasti itu dimulai dari penumpang yang ada di kapal baik itu pengemudi bus, baik itu kepala kamar mesin, kru yang ada di kapal sudah diperiksa,” ujar Kombes Maruli Ahiles Hutapea, Kamis (22/10/2026).
Untuk mendukung proses penyelidikan, Polda Banten berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran kapal.
“Jadi kami pastikan bahwa penyelidikan sampai dengan hari ini masih berjalan kita juga akan berkoordinasi dengan Puslabfor Mabes Polri untuk persiapan olah TKP,” lanjutnya.
KMP Batumandi dilaporkan tenggelam setelah api berhasil dipadamkan. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengangkat bangkai kapal dari dasar laut. Proses pengapungan ini penting sebelum olah TKP dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Olah TKP nanti kita nanti kita apungkan dulu kapalnya kita lakukan olah TKP ada yang lain,” pungkasnya.