Menlu Arrmanatha Pantau Keamanan WNI di Tengah Kerusuhan Eropa

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, menyatakan terus memantau situasi keamanan Warga Negara Indonesia (WNI) di Eropa, khususnya di Prancis dan sejumlah negara lain yang dilanda unjuk rasa. Eskalasi protes yang awalnya dipicu oleh kenaikan biaya hidup di Prancis kini dilaporkan meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania.

“Tentu terus kita, tentu terus kita pantau situasi di Eropa, khususnya di Prancis dan beberapa negara lainnya,” ujar Tata kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (20/10/2026). Demonstrasi di Prancis sendiri telah terjadi di beberapa kota pada Sabtu (17/10) waktu setempat. Para pengunjuk rasa menyuarakan penolakan terhadap kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik.

Situasi di beberapa wilayah Prancis dilaporkan berubah menjadi kekacauan, di mana kelompok garis keras dilaporkan melakukan perusakan bangunan publik, penjarahan di butik mewah dan supermarket, serta penyerangan terhadap kendaraan dan petugas kepolisian. Aksi serupa, meskipun tidak sebesar di Prancis, juga terjadi di negara-negara Eropa lainnya dan sempat diwarnai bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Heni Hamidah, memastikan bahwa hingga kini tidak ada WNI yang terlibat dalam aksi ricuh di Paris. Kemlu terus memantau perkembangan situasi keamanan di ibu kota Prancis tersebut.

“Berdasarkan catatan KBRI Paris, sejauh ini tidak terdapat WNI yang terlibat dalam demonstrasi,” kata Heni dalam keterangannya pada Minggu (18/10). KBRI Paris telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI yang berada di wilayah kerjanya. Imbauan tersebut meliputi agar senantiasa berhati-hati, mencermati perkembangan situasi keamanan, memantau informasi resmi dari otoritas setempat, menghindari kerumunan, serta menyesuaikan rencana perjalanan jika terjadi penutupan jalan atau pengalihan rute.

Heni menambahkan bahwa KBRI Paris akan terus memantau perkembangan situasi keamanan pascademonstrasi dan menjaga komunikasi dengan seluruh WNI. Bagi WNI yang berada dalam kondisi darurat di wilayah akreditasi, dapat menghubungi hotline KBRI Paris di nomor +33-6-2112-2109.

Tinggalkan komentar