KSP Sigit Paparkan Tiga Pilar Strategi Pemerintah Lawan Karhutla

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan langkah-langkah komprehensif yang diambil pemerintah dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan bahwa personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga Manggala Agni terus dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di lapangan.

“Yang jelas ini menjadi kajian untuk mengambil langkah yang terbaik. Tapi, yang jelas Presiden telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni, masyarakat, semua untuk bersama-sama menyelesaikan dan melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk penyelesaian Karhutla,” kata Sigit kepada wartawan di Istana Kepresidenan pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Sigit menjelaskan bahwa satuan tugas (Satgas) baik dari sektor darat maupun udara telah diterjunkan untuk memadamkan titik api. Penanganan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Lengkap. Mulai dari Satgas udara, Satgas darat, kemudian juga upaya-upaya untuk terus memberikan sosialisasi, edukasi, perbaikan regulasi, semuanya sedang didorong,” ujar Jenderal Sigit.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus berupaya memperkuat institusi yang berkaitan dengan penanganan lahan gambut. “Termasuk bagaimana mempersiapkan Badan Restorasi Gambut untuk menjadi badan yang lebih fleksibel untuk ke depan menghadapi dan mencegah agar Karhutla betul-betul bisa diminimalkan,” sambungnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) yang akan dilaksanakan selama sebulan ke depan. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan mulai turun paling cepat pada minggu ketiga Oktober dan paling lambat pada minggu ketiga November.

“Selama sebulan ke depan, BNPB beserta seluruh jajaran terkait akan terus bekerja keras melakukan dukungan pemadaman termasuk Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Suharyanto dalam keterangannya pada Minggu, 11 Oktober 2026. Asap akibat kebakaran hutan dilaporkan masih ditemukan di sejumlah wilayah, salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan.

Tinggalkan komentar