Serangan Houthi ke Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah dari Soetta Tetap Normal

Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Akibat insiden tersebut, operasional bandara ibu kota Saudi itu kini dihentikan sementara.

Menyikapi perkembangan situasi di Arab Saudi, PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Jakarta memastikan bahwa penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah dan Madinah masih berjalan normal dan lancar.

Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyatakan, “Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.”

Meskipun demikian, Bandara Soetta tidak melayani penerbangan langsung ke Riyadh. Namun, terdapat penumpang yang tetap melakukan perjalanan ke kota tersebut melalui penerbangan transit dari Jakarta ke Dubai, kemudian melanjutkan perjalanan ke Riyadh.

Insiden penyerangan tersebut berdampak pada penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh atau Jeddah yang mengalami pembatalan. Pihak Bandara Soetta terus memantau perkembangan situasi terkini.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi tersebut, penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh maupun Jeddah mengalami pembatalan sehingga berdampak pada perjalanan penumpang yang menggunakan rute tersebut,” jelas Yudistiawan.

Calon penumpang diimbau untuk memeriksa informasi dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara untuk menghindari ketidaknyamanan.

Sebelumnya, kelompok Houthi dilaporkan menyerang Bandara King Khalid di Riyadh, yang dikabarkan menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Menyikapi kondisi ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi. KBRI meminta agar WNI meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial.

Dalam pernyataan melalui Instagram resminya pada Minggu (11/10/2026), KBRI Riyadh juga mengimbau WNI untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

Tinggalkan komentar