Jakarta- Menjelang akhir tahun, ibu kota Indonesia dipenuhi berbagai acara hiburan, mulai dari konser musik lokal hingga penampil kelas dunia. Gelaran ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi bagi warga, tetapi juga berperan signifikan dalam menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti dampak ekonomi positif dari penyelenggaraan festival musik Pestapora dan konser The Weeknd yang berlangsung pada bulan September lalu. Berdasarkan laporan yang ia terima, kedua acara tersebut berhasil menggerakkan roda perekonomian Jakarta dengan total nilai mencapai hampir Rp250 miliar.
“Dan saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama dua hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp250 miliar,” ujar Anies saat ditemui.
Penerimaan daerah juga turut terdampak positif. Anies mengungkapkan bahwa konser The Weeknd saja mampu menyumbang pendapatan pajak daerah sekitar Rp12 miliar. Hal ini menegaskan pentingnya kegiatan berskala besar bagi perekenomian kota.
“Dari The Weeknd saja pajaknya lumayan, Rp12 miliar. Jadi kenapa kegiatan yang bersifat dengan epicenter event kita dorong, karena saya yakin bahwa multiplier effect ekonominya luar biasa,” jelas Anies.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memfasilitasi Jakarta sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional. Anies menilai bahwa event besar memiliki dampak berganda yang signifikan bagi perekonomian kota.
Data dari Jakarta Budget Talks pada 21 Oktober 2026 menunjukkan kesuksesan acara lain. Jakarta Fair 2026 berhasil mencatatkan transaksi senilai Rp8,2 triliun dengan dihadiri 6,1 juta pengunjung. Sementara itu, Festival Jakarta Great Sale membukukan transaksi fantastis sebesar Rp26,8 triliun, melibatkan partisipasi 104 pusat perbelanjaan.
“Jakarta sekarang menjadi epicenter event di Indonesia. Kegiatan-kegiatan ini kami fasilitasi karena dampak berganda ekonominya luar biasa,” kata Anies.
Memasuki akhir pekan, Jakarta kembali menjadi tuan rumah dua agenda besar: MyBCA Jakarta Running Festival (JRF) dan konser Ye (sebelumnya dikenal sebagai Kanye West). Anies optimis bahwa perputaran ekonomi dari JRF yang dijadwalkan pada 24-25 Oktober 2026 dapat menembus angka lebih dari Rp150 miliar.
Konser Ye sendiri dinilai berhasil menarik banyak pengunjung dari luar Jakarta. Anies menyebutkan bahwa sekitar 50 persen penonton konser tersebut berasal dari luar daerah, bahkan luar negeri.
“Yang lebih luar biasa adalah konser Ye ini hampir 50 persen orang yang hadir, yang datang, adalah dari luar,” ungkapnya.
“Karena memang ini adalah konser yang untuk kawasan Asia Tenggara dan juga Oseania ini hanya satu-satunya ada di Jakarta. Sehingga antusiasmenya cukup tinggi sekali,” imbuhnya.
Tingginya aktivitas penyelenggaraan acara juga dirasakan dampaknya oleh sektor perhotelan. Hotel-hotel di sekitar lokasi acara maupun di wilayah yang terhubung dengan transportasi publik dilaporkan penuh dipesan menjelang JRF dan konser Ye.
Konser Internasional Dongkrak Reputasi Jakarta
Selain menggerakkan ekonomi lokal, penyelenggaraan konser internasional juga berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan terhadap Jakarta sebagai destinasi utama untuk acara kelas dunia.
Anies mencontohkan penambahan jadwal konser grup K-Pop ternama, BTS, di Jakarta. Konser yang awalnya dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 26-27 Desember 2026, ditambah menjadi tiga hari dengan pertunjukan tambahan pada 29 Desember.
“Saya yang senang adalah sekarang orang mempunyai trust, kepercayaan, kepada Jakarta. Sebagai contoh, besok, walaupun nanti Desember ada K-pop, bintangnya K-pop dunia, BTS yang dulu hanya dua hari, tanggal 26-27 Desember, karena Jakarta dipercaya, tambah satu hari menjadi 29. Jadi, 26, 27, 29,” kata Anies, mengutip pernyataan dari ANTARA.
Menurutnya, banyaknya penyelenggaraan konser berskala internasional menuntut adanya dukungan infrastruktur berupa akses dan transportasi publik yang memadai.
Anies membagikan pengalamannya saat menonton konser The Weeknd pada hari kedua di Jakarta International Stadium (JIS). Ia menilai pengaturan parkir di kawasan Ancol, serta dukungan transportasi KRL dan konektivitas menuju JIS, berhasil memperlancar arus pergerakan penonton.
“Konser The Weeknd saya kebetulan nonton sendiri hari kedua. Enggak sampai 15 menit kita sudah bisa keluar dari kerumunan karena sekarang ini semuanya parkirnya di Ancol, sudah ada KRL, sudah ada yang menghubungkan antara JIS dengan Ancol, dan itu terbukti berjalan dengan baik,” kata Anies.
Stasiun KRL JIS sendiri telah beroperasi sejak Juni 2026. Selama konser The Weeknd berlangsung, pengelola stasiun juga menerapkan skema layanan shuttle dari Stasiun JIS dan kawasan parkir Ancol untuk mendukung mobilitas para penonton.
Anies menegaskan bahwa kehadiran konser dan acara berskala internasional memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro.
“Ini menunjukkan bahwa salah satu ukuran utamanya adalah ketika panggung-panggung dunia hadir di Jakarta dan mereka merasa aman, nyaman, dan sebagainya,” tutur Anies.
Kehadiran musisi papan atas dunia di Jakarta juga mendapat apresiasi dari Dekan New York University saat bertemu dengan Anies. Menurutnya, penyelenggaraan berbagai pertunjukan internasional memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
“Mereka memberikan apresiasi karena sekarang ini sebagai kota global, Jakarta juga menjadi tempat tampilnya, performanya band-band atau seniman-seniman besar di Jakarta,” pungkasnya.