BULOG Percepat Distribusi 10.000 Ton Jagung untuk Peternak Mikro di Jawa

Perum BULOG secara agresif mempercepat distribusi jagung pakan yang ditujukan bagi peternak mikro di Pulau Jawa. Langkah ini ditandai dengan peninjauan langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, terhadap proses pemuatan 10.000 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ahmad Rizal menyatakan, “Peninjauan ini untuk memastikan bahwa pergeseran jagung SPHP bagi kebutuhan pakan ternak, khususnya peternak mikro di Pulau Jawa, benar-benar berjalan dan dapat dikirim secepatnya. Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi para peternak yang disampaikan di DPR RI dan langsung kami respons dengan mempercepat pengiriman jagung dari daerah-daerah sentra produksi.”

Jagung tersebut akan diangkut melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Dari sana, jagung akan didistribusikan lebih lanjut kepada peternak mikro di berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Dalam kunjungannya, Ahmad Rizal didampingi oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) beserta jajaran. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan armada kapal, kelancaran proses pemuatan, serta percepatan distribusi jagung SPHP sebagai respons terhadap aspirasi peternak mikro yang telah disampaikan kepada Komisi IV DPR RI.

Saat memantau proses pemuatan di atas kapal, Ahmad Rizal mengonfirmasi bahwa sebanyak 8.214 ton jagung telah berhasil dimuat dari total target 10.000 ton. Pemuatan ditargetkan rampung pada Kamis malam, sehingga kapal dapat dijadwalkan berangkat paling lambat pada Jumat (23/10/2026) pagi.

Dengan perkiraan waktu pelayaran sekitar tiga hari, jagung tersebut diharapkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak. Selanjutnya, jagung siap disalurkan kepada peternak mikro di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Harapan saya maksimal tiga hari jagung ini sudah sampai di Tanjung Perak dan siap disalurkan kepada seluruh peternak mikro di Pulau Jawa. Kami ingin memastikan distribusinya berjalan cepat agar kebutuhan peternak dapat segera terpenuhi. Pemerintah selalu hadir dan merespons dengan cepat kebutuhan masyarakat, termasuk para peternak mikro,” tegas Ahmad Rizal.

Selain dari Sulawesi Selatan, BULOG juga telah menyiapkan pengiriman sekitar 15.000 ton jagung dari Gorontalo. Mobilisasi sekitar 8.000 ton jagung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) juga terus dilakukan, baik melalui jalur laut maupun darat, termasuk penyeberangan dari Bali menuju Jawa Timur.

Secara keseluruhan, sekitar 33.000 ton jagung dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan NTB merupakan bagian dari upaya percepatan pasokan untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak mikro di Pulau Jawa.

Ahmad Rizal menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan jagung pakan ini berkaitan erat dengan tingginya permintaan telur dan daging ayam, termasuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut secara otomatis mendorong kebutuhan bahan baku pakan, terutama di kalangan peternak mikro.

Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, pemerintah telah menetapkan tambahan penugasan SPHP jagung tahap kedua sebanyak 150.000 ton. BULOG pun berkomitmen mengoptimalkan distribusi jagung dari daerah sentra produksi menuju wilayah yang membutuhkan.

Melalui program SPHP, jagung pakan disediakan dengan harga Rp 5.000 per kilogram di gudang BULOG dan maksimal Rp 5.500 per kilogram hingga tingkat peternak. Program ini secara khusus ditujukan bagi peternak mikro yang tergabung dalam koperasi atau kelompok peternak yang memenuhi persyaratan.

Penyaluran jagung ini diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan biaya produksi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Terkait pengiriman dari Sulawesi Selatan, Ahmad Rizal memastikan bahwa distribusi tetap mempertimbangkan ketersediaan pasokan di daerah asal. Berdasarkan laporan yang diterima saat peninjauan, stok jagung di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 18.000 ton. Pasokan ini diperkirakan akan bertambah seiring dengan panen berikutnya yang dijadwalkan pada November 2026.

BULOG berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan distribusi antardaerah dan ketersediaan stok di wilayah produsen. Dengan demikian, penguatan pasokan bagi peternak di Pulau Jawa diharapkan dapat berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di daerah asal.

Melalui percepatan distribusi ini, BULOG menegaskan komitmennya untuk menjalankan penugasan pemerintah secara responsif dan tepat sasaran. Koordinasi dengan pemerintah, pelaku logistik, serta koperasi peternak akan terus diperkuat agar jagung SPHP dapat segera dimanfaatkan oleh para penerima program.

Tinggalkan komentar