Musim kemarau ekstrem di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, telah memicu kelangkaan dan lonjakan harga beras secara signifikan. Akibat sungai yang surut drastis, pasokan logistik terhambat, menyebabkan harga beras ukuran 25 kilogram mencapai Rp 1 juta.
Kondisi ini diperparah oleh ketergantungan masyarakat di wilayah pedalaman tersebut pada jalur sungai sebagai satu-satunya akses transportasi. Dirbinmas Polda Kaltim, Kombes Arman, menjelaskan bahwa tiga kampung di bagian hulu Kecamatan Long Apari sebelumnya tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.
Untuk mencapai wilayah tersebut, petugas harus menggunakan perahu bermesin dan melewati rute sungai yang menantang, termasuk riam dengan arus deras dan bebatuan. Perjalanan ini memakan waktu tempuh hingga dua hingga tiga jam.
“Di atas ibu kota ini ada tiga kampung lagi. Tiga kampung ini ke atas itu tidak bisa dilewati darat, jadi harus dilewati sungai, perahu yang bermesin di belakang itu. Nah, ke sana itu banyak riam yang harus dilewati, air deras yang berbatu. Itu butuh 2 sampai 3 jam,” ujar Arman.
Jalur air yang menjadi akses utama tersebut tidak selalu dapat dioperasikan. Akses darat baru bisa kembali dilalui setelah dilakukan perbaikan, yang memakan waktu kurang lebih dua minggu.
Sebelumnya, kendaraan hanya mampu mencapai titik tertentu, dan bantuan logistik harus dilanjutkan menggunakan perahu kecil. Kerusakan jembatan kayu akibat musim hujan dan tumbuhnya tanaman di badan jalan membuat akses darat tidak dapat dilalui, bahkan untuk sepeda motor.
Keterbatasan akses transportasi ini berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok. Arman merinci bahwa harga beras 25 kilogram di Kampung Long Apari mencapai Rp 1 juta. Sementara itu, tabung gas 12 kilogram di ibu kota kecamatan dijual seharga Rp 750.000, dan tabung gas 3 kilogram mencapai Rp 300.000.
Meskipun harga sangat tinggi, masyarakat terpaksa tetap membeli kebutuhan pokok tersebut. Sebagian dari mereka mengandalkan hasil ladang untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan meringankan beban ekonomi.