Kapolri Jamin Penuh Perawatan Pengemudi Ojol yang Terlindas Mobil Listrik BYD

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap insiden kecelakaan yang menimpa pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Polri menjamin seluruh penanganan medis korban hingga sembuh total.

Perhatian ini disampaikan Kapolri melalui akun Instagram resminya pada Selasa (27/10/2026). Kapolri menugaskan Karumkit Pusdokkes Polri Brigjen Nariyana dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Firman Darmansyah untuk menjenguk korban yang sedang dirawat di rumah sakit. Jenderal Sigit menegaskan komitmen Polri untuk menjamin perawatan korban.

“Sebagai bentuk kepedulian, Polri menjamin seluruh penanganan medis korban hingga sembuh total,” ujar Jenderal Sigit.

Lebih lanjut, Karumkit merekomendasikan agar korban dialihkan perawatannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Said Sukanto (RS Polri Kramat Jati) jika kondisi klinis memungkinkan. Langkah ini diambil untuk memastikan perawatan medis yang maksimal.

“Insyaallah nanti Bapak Kapolri membantu sampai kesembuhan,” kata Kombes Firman saat menjenguk korban.

Dirlantas Polda Metro Jaya juga menyampaikan salam dari Kapolri kepada keluarga korban dan mendoakan agar pengemudi ojol tersebut segera pulih. Keluarga korban mengapresiasi penuh bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Kapolri telah banyak membantu saya dan mendoakan suami saya, semoga bapak dibalas amal ibadahnya oleh Allah Yang Maha Kuasa, dimurahkan rezekinya,” ujar istri korban.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan sopir mobil listrik BYD berinisial S (46) sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah S menabrak empat mobil secara beruntun dan melindas pengemudi ojek online berinisial HS (56) di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“(Status) Sopir sebagai tersangka,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo, Minggu (25/10).

Keluarga korban kembali menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan Kapolri. Istri korban mengungkapkan rasa syukurnya melalui video yang diunggah di Instagram Kapolri.

“Terima kasih kepada Kapolri telah banyak membantu saya dan mendoakan suami saya, semoga bapak dibalas amal ibadahnya oleh Allah Yang Maha Kuasa, dimurahkan rezekinya,” kata istri driver ojol tersebut.

Menantu korban juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan jajaran Polri. Ia mengapresiasi bantuan pengobatan yang diberikan.

“Terima kasih atas kedatangan Pusdokkes untuk menengok bapak Hasan Syukur. Saya menantu dari bapak Syukur dan mertua mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungannya,” kata menantu korban.

Polri terus memantau kondisi Hasan Syukur alias Agus, sopir ojek online yang terlindas mobil BYD. Rencana pemindahan Agus ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut telah didiskusikan dengan keluarga.

AKBP Muhammad Adiel Aristo menjelaskan bahwa rencana penanganan korban telah dibicarakan dengan keluarga saat kunjungan Ditlantas bersama Karumkit ke RS Fatmawati. Namun, pemindahan belum dapat dilakukan karena Agus masih berada di ruang ICU.

“Jadi tadi malam itu ya, tadi malam Pak Kapolri ngutus Pak Dirlantas sama Karumkit, kebetulan saya dampingin juga, konsultasi sama RS Fatmawati apakah memungkinkan untuk dipindahkan, ya, rencananya kan gitu tadi malam itu,” kata Aristo.

“Tapi, karena masih di ICU, belum dipindah ke HCU, belum dipindah, jadi dari rumah sakit belum berani, dari Fatmawati belum merekomendasikan untuk dipindah malam tadi malam,” tambahnya.

Aristo menambahkan bahwa pemindahan akan dilakukan jika kondisi Agus sudah memungkinkan. Kapolri telah menyatakan jaminannya atas kesembuhan dan perawatan pasca-pemulihan.

“Tapi jika sudah kondisinya sudah memungkinkan, katanya, akan dipindahkan karena Pak Kapolri juga kan akan memberikan menjamin kesembuhannya, perawatannya, pasca sampai beliau benar-benar pulih, gitu, Pak Kapolri udah bilang begitu,” ungkapnya.

Perawatan hingga pulih di RS Polri akan ditanggung sepenuhnya, termasuk terapi lanjutan. “Supaya penyembuhannya juga tidak tertunda. Misalkan pascapenyembuhan masih ada terapi-terapi apa, itu Pak Kapolri semua itu yang akan menjamin di Rumah Sakit Kramat Jati Polri itu,” kata Aristo.

Sebelumnya, sopir ojol yang terlindas mobil BYD telah menjalani operasi pada Sabtu (24/10). Korban, Hasan Syukur (56), masih dalam pemantauan intensif di Rumah Sakit Fatmawati.

“Korban baru selesai pengambilan tindakan operasi, masih dalam observasi di Rumah Sakit Fatmawati,” ujar AKBP Muhammad Adiel Aristo.

Menantu korban, Eko Priyono (34), mengungkapkan bahwa ayahnya mertuanya mengalami patah kaki dan paru-paru bocor akibat kecelakaan tersebut.

“Patah yang kaki. Kalau yang bagian badan pada retak sama itu, paru-parunya ada yang kena bocorlah sedikit gitu,” kata Eko.

Operasi untuk penanganan cedera tersebut telah dilakukan pada Sabtu sore. “Kalau operasi hari Sabtu pukul 15.00-lah, 3 sore. Dioperasinya bagian dari pundak sampai pinggang sama kaki,” jelasnya.

Eko menyatakan kondisi Hasan saat ini stabil, meskipun belum bisa berbicara karena masih dalam pengaruh obat penenang pascaoperasi. Ia juga mengalami demam dan memerlukan antibiotik dosis tinggi.

“Kalau keadaan sih stabil, cuman Bapak sekarang belum bisa bicara. Dikarenakan masih dalam obat penenang, soalnya habis dioperasi. Dan sekarang saat ini juga Bapak lagi demam. Harus apa, obat antibiotiknya harus dikasih lebih tinggi lagi. Jadinya Bapak belum bisa bicara sama sekali. Kalau keadaan mah stabil katanya,” ujar Eko.

“Sekarang napasnya masih dibantu pakai selang. Belum bisa napas sendiri,” tambahnya.

Tinggalkan komentar