MADIUN – Hilangnya seorang ibu, Dini Hardiyanti (30), bersama anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), di Kota Madiun sejak September lalu mulai menemui titik terang. Pihak kepolisian menduga kuat keduanya menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh suami siri korban, Dwi Bagus Martono.
Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, membenarkan adanya dugaan pembunuhan tersebut. Saat ini, pihaknya sedang memburu Dwi Bagus Martono yang diduga sebagai pelaku.
“Iya dugaan (pembunuhan) ya, kita tinggal nunggu dia tertangkap dan pengakuan saksi-saksi gimana nanti,” ujar Jumhur.
Jumhur menduga pelaku masih berada di wilayah Jawa Timur, namun pencarian juga diperluas hingga ke Jakarta, Bali, dan Kalimantan Timur. “Indikasi ada di wilayah Jatim,” imbuhnya.
Berdasarkan rekaman CCTV di sebuah hotel di Madiun, kedua korban terakhir kali diketahui berada di lokasi tersebut. Jumhur sempat membandingkan modus operandi kasus ini dengan kasus pembunuhan dan mutilasi dengan korban Uswatun Hasanah yang ditangani pada 2025. “Pernah monitor Jatanras mengungkap kasus koper merah? Sama itu gerakannya, sama itu,” tandasnya.
Sebelumnya, kabar hilangnya ibu dan anak ini viral di media sosial Threads melalui unggahan akun @jehannaz9f. Akun tersebut melaporkan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang berusia 4 tahun hilang sejak 20 September 2026. Akun itu juga membeberkan kronologi kejadian yang diduga terjadi usai pertengkaran dengan suami.
Kejadian bermula ketika Dini dan suaminya terlibat pertengkaran hebat di sebuah rumah makan ayam penyet di Ponorogo, Jawa Timur. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa suami sempat membanting ponsel miliknya dan milik Dini. Setelah kejadian tersebut, suami tidak memberikan kabar kepada keluarga Dini selama empat hari.
Pihak keluarga kemudian mengancam akan melaporkan ke polisi karena tidak mendapatkan kabar mengenai keberadaan Dini dan anaknya. Mendapatkan ancaman tersebut, suami Dini akhirnya merespons pesan keluarga.
“Suami mengaku tidak tahu keberadaan korban dan memberikan keterangan yang berubah-ubah mengenai lokasi pertengkaran yang awalnya menyebut restoran umum, lalu berubah menjadi warung ayam penyet di Ponorogo,” tulis akun @jehannaz9f.