Warga Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi eskalator yang mati dan berharap segera diperbaiki. Akibatnya, para komuter terpaksa menempuh jarak yang lebih jauh, bahkan hingga tiga kali lipat dari biasanya, untuk mencapai tujuan mereka.
Jidan, salah seorang warga asli Bojonggede, mengungkapkan bahwa sebelumnya ia bisa langsung naik ke atas menggunakan eskalator atau lift. Namun, kini ia harus berjalan kaki menanjak dan memutar. “Jelas makin jauh, malah jadi tiga kali lipat (jaraknya). Kalau eskalator kan kita langsung ke atas, karena eskalatornya mati sekarang kita jalan menanjak itu, terus memutar tiga kali, jadi jauh banget kan,” keluhnya.
Kondisi ini tidak hanya menambah jarak tempuh, tetapi juga membuat warga kelelahan. Ana (45) menceritakan pengalamannya harus berjalan memutar melalui skybridge Stasiun Bojonggede yang cukup jauh. “Iya ini capek banget, kan kita jadi muter-muter jalannya, tadinya kan naik eskalator, baru jalan kaki lewat skybridge ke terminal,” ujarnya. Ia menambahkan, situasi ini sangat mengganggu, terutama jika membawa barang atau sedang terburu-buru.
Sebelumnya, aksi protes dilakukan oleh pengguna kereta api yang menuntut perbaikan eskalator yang mati di skybridge Stasiun Bojonggede. Protes tersebut disampaikan warga dengan cara menyimpan karangan bunga di depan eskalator yang tidak berfungsi sejak Selasa (27/10) malam.
Fika, salah seorang yang terlibat dalam aksi tersebut, menjelaskan bahwa pemasangan karangan bunga dilakukan oleh kelompok #WargaBersuara. Tujuannya adalah untuk menyuarakan dan mendesak pemerintah yang bertanggung jawab atas fasilitas skybridge agar segera melakukan perbaikan. “Karena selama ini kami diam saja khawatir dianggap kami tidak masalah dan tidak peduli atas kerusakan yang terjadi, padahal kami semua sangat dirugikan atas adanya kerusakan berbagai fasilitas skybridge terutama eskalatornya,” ungkap Fika.
Pantauan di lokasi menunjukkan karangan bunga dan bunga satuan berjejer di depan eskalator yang mati, tepat di depan gate keluar dan masuk stasiun. Karangan bunga tersebut bertuliskan sindiran seperti ‘Warganya Menyala Eskalatornya Mati!!!’ dan ‘Semangat Warga Terus Bergerak Eskalatornya Kapan Bergerak’, sebagai bentuk kritik agar eskalator segera diperbaiki.