Pemerintah Kabupaten Bogor telah memulai proses perbaikan eskalator yang mati di skybridge Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Perbaikan dilakukan secara bertahap karena ketersediaan suku cadang yang belum lengkap.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, mengonfirmasi bahwa perbaikan telah dimulai sejak Rabu (28/10/2026) petang. “Jadi sore hari ini sudah mulai perbaikannya,” ujarnya saat dihubungi.
Bayu menjelaskan bahwa perbaikan menggunakan suku cadang yang sudah tersedia sambil menunggu komponen yang perlu diinden. “Jadi kan memang onderdilnya itu, spareartnya itu ada yang memang harus diinden, tetapi ada juga yang ready stock istilahnya. Nah sambil menunggu yang inden, kita mulai perbaikan menggunakan sparepart yang sudah ada dulu,” jelasnya.
Dinas Perhubungan menargetkan perbaikan eskalator selesai pada pertengahan Desember. “Kita sih berharap perbaikannya cepat selesai ya, mudah-mudahan paling lambat pertengahan Desember sudah bisa digunakan kembali (eskalator stasiun),” imbuh Bayu.
Dalam rekaman video, terlihat petugas sedang melakukan perbaikan pada eskalator yang sebelumnya mati. Sejumlah suku cadang tergeletak di dekat eskalator, dan petugas tampak membongkar serta mengganti beberapa bagian.
Eskalator di Stasiun Bojonggede telah lama mati, memaksa penumpang menggunakan jalur disabilitas. Kondisi ini sempat memicu protes warga yang mengirimkan karangan bunga ke stasiun.
Sebelumnya, warga mengeluhkan jarak tempuh yang menjadi tiga kali lipat lebih jauh akibat kerusakan eskalator. Mereka terpaksa berjalan kaki menanjak dan memutar untuk mencapai tujuan.
“Saya asli dari Bojonggede, harapannya saya segera diperbaiki sih ya (eskalator mati). Soalnya kan sebelumnya itu kita tinggal naik lift atau pakai eskalator langsung ke atas, sekarang jadi jauh jalan kakinya. Jadi sangat terbantu kalau eskalatornya diperbaiki,” ujar Jidan, salah seorang warga.
Ia menambahkan, jarak tempuh yang harus dilalui kini terasa tiga kali lipat lebih jauh. “Jelas makin jauh, malah jadi tiga kali lipat (jaraknya). Kalau eskalator kan kita langsung ke atas, karena eskalatornya mati sekarang kita jalan menanjak itu, terus memutar tiga kali, jadi jauh banget kan. Tiga kali muternya tiga kali lipat jadinya,” lanjutnya.
Kondisi ini juga membuat warga kelelahan. “Iya ini capek banget, atuh kan kita jadi muter-muter jalannya, tadinya kan naik eskalator, baru jalan kaki lewat skybridge ke terminal,” kata Ana (45).