ParagonCorp Ungkap Kunci Sukses Ekosistem Kosmetik Halal Global

JAKARTA – ParagonCorp membagikan pendekatan yang berpusat pada konsumen dalam membangun ekosistem kosmetik halal di ajang BeautyMatter NEXT50 Summit 2026. Dalam sesi panel yang membahas relevansi di berbagai pasar, dr. Sari Chairunnisa, MD, Deputy CEO and Chief R&D Officer of ParagonCorp, menyatakan bahwa perjalanan empat dekade perusahaan berakar pada satu prinsip fundamental.

“Pada dasarnya, setiap orang ingin didengar dan merasa dilihat,” ujar dr. Sari dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026). Ia menekankan bahwa dalam konteks halal, sertifikasi teknis memang krusial, namun bukan satu-satunya aspek yang menentukan. Konsep halal bagi ParagonCorp juga mencakup kesesuaian produk dengan rutinitas harian konsumen, termasuk saat beribadah dan berwudhu, serta konsistensi merek dalam memenuhi janji nilai yang telah ditawarkan.

“Halal bukan hanya soal apa yang boleh digunakan, tetapi juga apa yang baik untuk kita,” tuturnya lebih lanjut. Dengan pemahaman yang lebih luas ini, konsep halal terhubung erat dengan nilai kejujuran, pilihan sadar (conscious choices), tanggung jawab, dan keberlanjutan (sustainability) yang diusung oleh merek.

Dalam diskusi tersebut, dr. Sari juga menyoroti bahwa perempuan Muslim tidak dapat dipandang sebagai satu segmen tunggal. Meskipun keyakinan dasar mereka mungkin sama, latar belakang, aktivitas sehari-hari, dan harapan mereka dapat sangat bervariasi di setiap pasar dan komunitas. Perbedaan ini terlihat dalam cara berpakaian, berhijab, hingga ekspresi kecantikan.

“Bicara soal perempuan, kita harus mendengarkan mereka. Jangan sampai apa yang ditampilkan brand justru membuat perempuan merasa itu bukan dirinya,” jelas dr. Sari. Ia menambahkan bahwa perjalanan konsumen saat ini sangat dinamis, dapat dimulai dari interaksi dengan kreator konten di media sosial, berlanjut ke toko fisik untuk mencoba produk, mengunjungi acara offline, sebelum akhirnya melakukan pembelian melalui platform digital. Pengalaman yang kemudian dibagikan menjadi awal dari siklus berikutnya.

Di era digital saat ini, teknologi kecerdasan buatan (AI) menambah dimensi baru, di mana konsumen semakin banyak meminta rekomendasi. Informasi yang tersebar dari berbagai sumber turut membentuk pengalaman mereka. Siklus ini terus berputar, menjadikan setiap pengalaman konsumen sebagai permulaan dari pengalaman selanjutnya. Oleh karena itu, merek perlu memahami dan menjaga setiap titik interaksi (touchpoint), karena satu interaksi dapat memengaruhi interaksi-interaksi berikutnya.

Bagi ParagonCorp, membangun ekosistem kosmetik halal tidak hanya diukur dari volume penjualan produk, melainkan dari kedalaman pemahaman perusahaan terhadap konsumen. Selama lebih dari 40 tahun, ParagonCorp telah mengembangkan ekosistem rantai nilai (value chain) terintegrasi yang menyatukan pemahaman konsumen, penelitian dan pengembangan (R&D), manufaktur, distribusi, hingga kanal yang menjangkau langsung konsumen. Saat ini, ekosistem tersebut menaungi 15 merek yang didukung oleh lebih dari 200 peneliti.

Melalui partisipasinya di BeautyMatter NEXT50 Summit 2026, ParagonCorp berkesempatan berbagi pengalamannya di panggung global industri kecantikan. “Setiap konsumen punya cerita dan kebutuhannya sendiri, sehingga tidak ada satu formula yang cukup untuk memahami mereka. Namun, terdapat satu langkah awal yang bisa dimulai oleh siapa saja, yaitu mendengarkan dengan saksama, memahami secara mendalam, dan terus belajar,” pungkas dr. Sari.

Tinggalkan komentar