Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hujan deras telah mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia, menyebabkan banjir di berbagai daerah. Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi, banjir kini menjadi perhatian serius di Kalimantan Selatan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem di Banjar, Kalimantan Selatan, telah berdampak pada 175 orang. “Kami sampaikan di Kalsel selain banjir juga terdapat karhutla sehingga ini perlu kita tangani secara serius tentunya,” ujar Berton dalam konferensi pers virtual pada Rabu (28/10/2026).
Data BNPB mencatat bahwa 75 hektare lahan di Kalimantan Selatan masih terdampak karhutla. Kondisi ini memerlukan penanganan yang komprehensif mengingat ancaman hidrometeorologi yang terus menghantui.
Banjir tidak hanya melanda Kalimantan Selatan. Di Subulussalam, Aceh, banjir dilaporkan berdampak pada 2.345 warga. Sementara itu, di Sumatera Utara, banjir juga terjadi di Labuhanbatu (2.600 warga terdampak), Asahan (2.025 warga terdampak), dan Deli Serdang (730 warga terdampak). Bahkan, banjir di Dairi, Sumatera Utara, dilaporkan memicu terjadinya longsor.
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi basah yang meningkat, Berton mengimbau pemerintah daerah untuk senantiasa mengantisipasi dan mewaspadai risiko yang ada. BNPB merinci daftar wilayah terdampak banjir sebagai berikut:
- Subulussalam, Aceh: 2.345 warga terdampak
- Labuhanbatu, Sumut: 2.600 warga terdampak
- Asahan, Sumut: 2.025 warga terdampak
- Deli Serdang, Sumut: 730 warga terdampak
- Banjar, Kalsel: 175 orang terdampak