Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengumumkan perkembangan terbaru mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Saat ini, lima provinsi masih menjadi area prioritas utama dalam upaya penanggulangan.
Perkembangan ini disampaikan Letjen Kristomei dalam sidang kabinet paripurna yang membahas evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pada Rabu (21/10). Ia menyatakan bahwa jumlah provinsi prioritas penanganan karhutla telah mengalami penurunan.
“Hari ini terjadi penurunan di beberapa tempat dari 5 provinsi prioritas, awalnya 6 provinsi, tapi di Riau sudah kami keluarkan karena di Riau sudah tidak ada titik api lagi,” ujar Letjen Kristomei. Ia menambahkan bahwa timnya terus berupaya keras untuk mengatasi karhutla yang masih terjadi.
Kelima provinsi yang masih menjadi prioritas penanganan karhutla adalah Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Kristomei merinci bahwa terdapat kenaikan titik api di Sumatra Selatan dan Jambi, meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan.
“Penaikan ada di Sumsel dan Jambi, tapi tidak terlalu signifikan. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG, kami bersurat KSAD, Ketua BMKG, BPGNN, kami kunjungi Sumsel dan Kalteng Kalsel untuk lihat langsung gimana operasi Karthula di lapangan,” jelasnya. Koordinasi intensif dan tinjauan langsung ke lapangan dilakukan untuk memastikan efektivitas operasi penanggulangan.
Lebih lanjut, Kristomei menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penyemaian ribuan kilogram dry ice di sejumlah provinsi. Tindakan ini diklaim berhasil meningkatkan jarak pandang dan menurunkan kadar partikel PM 2,5 di udara.
“Semai dry ice dari 20 Oktober ada 3.100 kilogram yang sudah kita semai menggunakan 5 sorti, kemudian di Sumsel ada 800 kg 1 sorti, sehingga ada penurunan PM 2,5 turun, jarak pandang di Palembang dari 700 meter jadi 7000 meter,” ungkapnya. Upaya teknologi modifikasi cuaca ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam penanganan karhutla.