Jakarta – Asosiasi Museum Indonesia (AMI) memberikan Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan komitmen Fadli Zon dalam membangun ekosistem museum serta kebudayaan Indonesia.
“Hari ini, Asosiasi Museum Indonesia menganugerahkan Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian, dedikasi dan komitmennya dalam membangun kehidupan museum dan kebudayaan Indonesia,” ujar Ketua Umum AMI Putu Supadma Rudana dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Putu, yang juga merupakan Pimpinan The Rudana Art Institution, menyebut bulan Oktober sebagai bulan yang istimewa bagi permuseuman dan kebudayaan Indonesia. Puncak peringatan Hari Museum Indonesia ke-11 dan Hari Kebudayaan Nasional 2026 telah diselenggarakan di Museum Rudana of The Rudana Art Institution, Bali, pada Senin (19/10).
Pada kesempatan yang sama, Museum Rudana juga menganugerahkan Ksatria Mahottama Nagara Award kepada Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo. Penghargaan ini diberikan atas pemikiran dan pengabdian Soemitro dalam perkembangan ekonomi serta pembangunan nasional, yang mengimplementasikan ekonomi kerakyatan dan ekonomi budaya.
Selain itu, Penghargaan Ksatria Mahottama Budaya Award diberikan kepada maestro seni rupa Nyoman Nuarta. Apresiasi ini diberikan atas perjalanan penciptaan dan kontribusinya yang telah memperkaya seni rupa Indonesia hingga dikenal di kancah internasional, termasuk melalui karya-karya monumental seperti Garuda Wishnu Kencana Park dan patung garuda di Istana Kepresidenan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap pemikiran, ide, dan gagasan yang menjadi inspirasi warisan keteladanan bagi generasi penerus. Pengabdian di bidang kebudayaan, bukan hanya tentang pencapaian personal, melainkan sumbangsih bagi kemajuan peradaban bangsa,” tambah Putu.
Rangkaian perayaan ini juga dimeriahkan dengan pagelaran Huni-Jnana-Hana oleh Institut Seni Indonesia Bali, serta pameran tunggal perupa Wayan Kun Adnyana bertajuk Guwung Suwung. Putu, selaku pimpinan Museum Rudana, turut menyampaikan apresiasi kepada pendiri Museum Rudana, Nyoman Rudana dan Olastini Rudana, atas ruang dan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa dan keluarga besar ISI Bali untuk menampilkan pertunjukan seni budaya.
Dengan mengusung tema ‘Museum Soko Guru Bangsa, Rumah Kebudayaan Kita’, puncak peringatan Hari Museum Indonesia ke-11 yang dipusatkan di Museum Rudana, Bali, menegaskan peran vital museum. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah dan karya seni, melainkan sebagai ruang krusial untuk merawat ingatan kolektif, menumbuhkan pengetahuan, memperteguh jati diri bangsa, serta mewariskan nilai dan keteladanan bagi generasi mendatang.