Agen Perlinsos Gowa Dipuji Mensos Atas Perannya dalam Pendaftaran Bansos Digital

MAKASSAR – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memberikan apresiasi kepada seorang Agen Perlinsos dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bernama Rosdiana. Dalam kurun waktu dua minggu, Rosdiana berhasil membantu ratusan warga mendaftarkan diri ke dalam sistem Perlinsos digital.

Rosdiana mengungkapkan bahwa perannya sebagai Agen Perlinsos tidaklah sulit, namun memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. “Mudah dan bagus, sebelumnya belum pernah menemukan cara yang seperti ini,” ujar Rosdiana dalam sebuah keterangan pada Rabu (28/10/2026).

Pujian ini disampaikan Gus Ipul saat berdialog dengan Rosdiana dalam rangkaian kegiatan Penguatan Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat, SIKS-NG, dan Pelaksanaan Perlinsos Digital yang berlangsung di Aula Arafah, Asrama Haji Makassar, pada Selasa (27/10).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menekankan peran krusial para operator data dalam proses pemutakhiran data. Ia menjelaskan bahwa operator data di tingkat desa atau kelurahan sangat penting untuk melakukan input data ke dalam aplikasi SIKS-NG.

Selain itu, Gus Ipul juga mendorong agar operator data dapat merangkap sebagai Agen Perlinsos untuk membantu masyarakat dalam proses registrasi ulang bantuan sosial (bansos) secara digital.

“RT-nya kerja masukin data ke operator data atau operator desa, yang input itu loh Bapak/Ibu sekalian, yang dikirim ke Jakarta. Hulunya di sini, kalau RT/RW kan cuma ngangkut aja, tapi yang masukkan ke sistem adalah operator data desa, betapa pentingnya Bapak/Ibu sekalian,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan bahwa penyelenggaraan program perlindungan sosial (Perlinsos), rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial harus dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Menurutnya, seluruh kerja harus dimulai dari basis data yang akurat.

“Maka itu supaya berdampak di tengah-tengah masyarakat, kerja kita harus terarah terpadu berkelanjutan, kata presiden, dimulai dari data yang akurat. Sebab selama ini ditengarai data kita tidak akurat, data kita dianggap tidak sesuai kenyataan di lapangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam implementasinya, data tunggal ini dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Kementerian Sosial (Kemensos) serta kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah turut membantu dalam proses pemutakhiran data.

Gus Ipul memaparkan bahwa terdapat dua jalur utama dalam pemutakhiran data: jalur formal dan jalur partisipatif masyarakat. Jalur formal melibatkan proses yang dimulai dari musyawarah di tingkat RT/RW, berlanjut ke desa/kelurahan, kemudian diinput oleh operator data, diteruskan ke Dinas Sosial, dan akhirnya disahkan oleh Kepala Daerah.

“Yang input ini adalah operator data desa, RT-nya boleh bekerja bagus, pendampingnya bagus, semua bagus, kalau operatornya ini inputnya salah, salah semua. Jadi kalau dari sini, terlihat itu pentingnya operator data,” terangnya lebih lanjut.

Untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, Gus Ipul menjelaskan bahwa pemutakhiran data dapat dilakukan melalui jalur partisipatif dengan memanfaatkan berbagai kanal. Kanal tersebut meliputi Aplikasi Cek Bansos, Call Center, WhatsApp Center, serta Perlinsos Digital.

Melalui Perlinsos Digital, masyarakat diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri atau melakukan registrasi ulang guna memperoleh bansos. Namun, Gus Ipul menekankan bahwa pendaftaran tersebut tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima bansos. Keputusan akhir tetap mengacu pada hasil verifikasi sistem dan pemenuhan kriteria kelayakan yang berlaku.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 524 peserta, yang terdiri dari operator data desa/kelurahan, operator data Dinas Sosial, serta para Kepala Dinas Sosial dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Turut hadir pula Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kemensos, serta para Kepala Dinas Sosial se-Sulawesi Selatan.

Tinggalkan komentar